Ibu Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., Mengikuti acara Optimisme Sinta 2 dan Panggilan Global

Coaching Clinic yang diselenggarakan oleh Jurnal Al-Tarbawi Alhaditsah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Mojokerto pada tanggal 22 November 2025, di hari kedua acara ini yang difasilitasi oleh Jurnal Nazhruna (Q2), bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah manifestasi nyata dari ambisi dan komitmen serius institusi pendidikan Islam untuk tidak hanya bermain di tingkat nasional (Sinta 2), tetapi juga meraih pengakuan tertinggi di kancah global (Scopus).

Jurnal bereputasi internasional kini menjadi barometer utama bagi mutu akademik Perguruan Tinggi. Sebagaimana ditegaskan oleh Prof. Muhamad Mustaqim (Pengelola Qijis Q1), reputasi jurnal adalah salah satu parameter kritis bagi PT. Langkah proaktif yang diambil Al-Tarbawi Alhaditsah menunjukkan pemahaman bahwa stagnasi di level Sinta 2 bukanlah pilihan, melainkan jembatan menuju tantangan yang lebih besar. Salah satu pelajaran terpenting yang muncul dari kegiatan ini adalah bahwa upaya menuju Scopus memerlukan kombinasi antara keberanian, keberuntungan, dan strategi terukur. Prof. Mustaqim dengan jujur mengingatkan bahwa penolakan adalah bagian dari proses. Semangat pantang menyerah menjadi modal psikologis yang esensial, namun semangat itu harus ditopang oleh perbaikan fundamental.

Perbaikan harus dimulai dari tata kelola editorial. Pengelola jurnal perlu memastikan Kebijakan Editorial yang meyakinkan dan tipe peer review yang kredibel. Internasionalisasi bukan hanya retorika, melainkan harus tercermin dari ketersebaran geografis editor dan penulis. Aspek teknis seperti pencantuman identitas EIC yang benar saat submit Scopus juga merupakan detail krusial yang sering diabaikan. Di sisi substansi, Prof. Dr. H. Erie Hariyanto (Pengelola Al Ihkam Q1) memberikan solusi kontekstual. Bagi jurnal keislaman dan pendidikan, peluang menuju Scopus masih terbuka lebar jika mampu mengaitkan tema penelitian dengan isu global seperti Sustainable Development Goals (SDGs). Ini adalah panggilan bagi para penulis untuk tidak hanya fokus pada masalah lokal, tetapi mengangkat isu lokal dengan kontribusi global. Judul dan konten artikel harus menunjukkan adanya masalah dan pengembangan yang signifikan.

Sinergi antara pengelola dan penulis juga merupakan kunci. Prof. Erie menyebut hubungan ini sebagai “satu kesatuan yang tidak terpisahkan.” Pengelola bertugas mengarahkan aim and scope ke tema strategis dan menjaga kualitas proses, sementara penulis bertanggung jawab memastikan judul, abstrak, kata kunci, dan daftar pustaka yang mereka sajikan sudah mutakhir dan relevan dengan standar internasional.

Komitmen yang disampaikan oleh Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., selaku EIC Al-Tarbawi Alhaditsah, bahwa jurnalnya “siap untuk menuju internasional,” harus diterjemahkan menjadi action plan konkret. Siap berarti mengimplementasikan semua perbaikan yang disarankan, mulai dari ketepatan waktu terbitan (keberlanjutan terbitan atau Discontinue), perbaikan website jurnal, hingga desk evaluation yang ketat terhadap kualitas konten dan kontribusi akademik artikel.

Secara keseluruhan, Coaching Clinic ini telah menyediakan peta jalan yang jelas dan solusi praktis. Tugas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Al-Tarbawi Alhaditsah: jurnal Pendidikan Prodi PAI sekarang adalah konsisten dalam eksekusi, menjadikan masukan dari pengelola Q1 sebagai panduan wajib, dan menjadikan status Sinta 2 saat ini sebagai momentum akselerasi, bukan zona nyaman. Dengan demikian, ambisi untuk mendunia dapat terealisasi, sekaligus mengangkat mutu akademik institusi secara keseluruhan.

Scroll to Top