
Mojokerto, 22 November 2025 – Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Mojokerto, yang telah mencapai reputasi Q1 di tingkat internasional, menggelar acara pendampingan intensif bertajuk “Optimalisasi Kualitas Editor dan Artikel Jurnal Menuju Indeksasi Internasional Bereputasi.”
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 November 2025 di Hotel Grandwhiz Trawas Mojokerto bertujuan untuk mengakselerasi peningkatan mutu jurnal-jurnal yang masih berada di klaster Sinta menuju pengindeks bereputasi seperti Scopus.
Turut hadir sebagai peserta yang diundang adalah Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., selaku Editor in Chief (EIC) dari Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam—sebuah jurnal dari Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang saat ini telah terakreditasi Sinta 2.
Wajah Akademik: Kolaborasi, Bukan Persaingan
Dr. KH. Mauhibur Rokhman, Lc., MIRKH, Rektor Universitas Abdul Chalim (UAC), menyampaikan pesan filosofis yang menggetarkan semangat akademisi. Beliau menegaskan bahwa, “Wajah kampus bukan diukur dari bangunan fisik, tapi tingkat publikasi.” Menukil pandangan Ibnu Qutaibah, beliau mengingatkan bahwa “Di dunia intelektual itu bukan persaingan tapi dengan berkolaborasi.” Rektor UAC mendorong agar para penulis berorientasi pada kontribusi keilmuan, yaitu “Menulis untuk kontribusi bukan hanya menunjang karir jabatan.”
Sejalan dengan semangat tersebut, Dr. Ari Kartiko, M.Pd., Ketua Rumah Jurnal UAC, mengungkapkan optimismenya. Beliau berharap “seluruh yang hadir bisa menembus Scopus dan bisa berkolaborasi” untuk memajukan publikasi PTKI. Ari menambahkan bahwa UAC telah membuktikan komitmennya dengan memiliki empat jurnal terindeks Scopus dan terus berupaya “Meningkatkan kualitas penelitian” di institusinya.

Tuntutan Kemenag: Jurnal Internasional dan Standar Editor 7 Kali Baca
Sesi penguatan dari pemerintah disampaikan oleh Dr. Nur Kafid, Kasubdit Penelitian Kementerian Agama (Kemenag) RI. Beliau menyajikan data terkini yang menunjukkan bahwa dari 1.630 jurnal PTKI yang terindeks, baru 50 jurnal PTKIN dan 2 jurnal PTKIS yang telah terindeks Scopus.
Dr. Nur Kafid mengatakan memberi pesan tegas, “Pengelola jurnal minimal membaca artikel, 7 kali sebelum jurnal publish.” Acara selanjutnya pemateri dari Jurnal Q1 tentang hukum dari UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. Hariyanto, M.Hum., M.Pd., mengatakan bahwa Focus dan Scope perlu memiliki distingsi yang berbeda selain itu juga diversity author dari 4 benua
Melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Nazhruna UAC ini, para EIC seperti Dr. Maryam dari Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan dapat menyerap strategi terbaik, mengubah kolaborasi menjadi daya dorong utama untuk mencapai pengakuan internasional bereputasi.
