Konsolidasi Akademik Setiap Senin Strategi Pimpinan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Dalam Memperkuat Mutu Prodi

Konsolidasi Akademik Setiap Senin Strategi Pimpinan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Dalam Memperkuat Mutu Prodi

Pertemuan pembinaan pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang diselenggarakan pada Senin, 19 Januari 2026, bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen transormatif lembaga. Kehadiran Dekan beserta jajaran Wakil Dekan, yang juga diikuti oleh Ketua Prodi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., dan Sekretaris Prodi, Zahrotus Saidah, MA.Pd., menegaskan adanya keselarasan visi antara pimpinan fakultas dan pengelola program studi. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk memastikan bahwa roda akademik bergerak dalam ritme yang sama, terutama di tengah tuntutan transisi menuju universitas siber yang semakin dinamis.

Fokus utama yang digarisbawahi oleh Dekan, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., mengenai revisi Beban Kerja Dosen (BKD) menunjukkan ketegasan dalam menjaga standar mutu profesionalisme. Dengan memasuki tahap ketiga penilaian oleh asesor, setelah sebelumnya melalui verifikasi di tingkat prodi, dosen dituntut untuk tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif, tetapi benar-benar merefleksikan kinerja yang substantif. Ketelitian dalam BKD ini adalah pondasi bagi akuntabilitas institusi, di mana setiap kontribusi intelektual dan pengajaran terdokumentasi dengan presisi sebagai bagian dari penjaminan mutu internal yang sehat.

Menjelang dimulainya perkuliahan aktif pada 26 Januari 2026, instruksi pimpinan mengenai kesiapan teknis menjadi peringatan bagi seluruh elemen prodi untu segera melakukan akselerasi. Kesiapan ini bukan hanya soal jadwal, melainkan soal kepastian bahwa mahasiswa mendapatkan hak akademiknya secara optimal tepat pada waktunya. Kejelasan tenggat waktu ini memberikan ruang bagi dosen dan staf untuk melakukan sinkronisasi akhir, sehingga transisi dari masa libur ke masa studi aktif dapat berjalan tanpa kendala teknis yang berarti.

Satu hal yang menarik dan patut diapresiasi adalah penekanan Dekan terhadap aspek attitude dan budaya pelayanan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Di tengah gempuran digitalisasi, pimpinan FITK mengingatkan bahwa nilai-nilai humanis tidak boleh tergerus. Pelayanan kepada mahasiswa dan kolega harus tetap berbasis pada keramahan dan etika. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk membangun citra positif fakultas, di mana kenyamanan interaksi sosial menjadi pendukung utama terciptanya ekosistem belajar yang kondusif dan inklusif.

Inovasi menjadi “roh” baru dalam pembinaan kali ini dengan diperkenalkannya konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Gagasan ini mencerminkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kognisi, tetapi juga afeksi dan spiritualitas. Dengan adanya kantor pusat KBC yang berdiri secara mandiri di gedung FITK, hal ini menunjukkan bahwa inovasi tersebut bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan sebuah program nyata yang memiliki dukungan infrastruktur kuat untuk mengawal pengembangan karakter pendidik di masa depan.

Melengkapi visi Dekan, Wakil Dekan 1, Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I., memberikan kepastian teknis melalui fiksasi pengampu mata kuliah yang siap dipublikasikan. Kepastian mengenai siapa yang mengajar apa merupakan kunci dari efektivitas instruksional. Selain itu, rencana pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Inovasi menunjukkan bahwa FITK sangat serius dalam membekali para pendidiknya dengan metodologi terbaru, sehingga proses transfer ilmu di kelas nantinya sejalan dengan semangat kebaruan yang diusung oleh universitas.

Optimalisasi laboratorium juga menjadi sorotan penting, di mana seluruh mata kuliah Micro Teaching kini dipusatkan di Lab Micro Teaching di bawah tanggung jawab Ibu Veni Nur Fadilah, M.Pd. Langkah sentralisasi ini sangat tepat untuk memastikan standarisasi praktikum keguruan bagi mahasiswa. Dengan fasilitas yang terfokus dan pengawasan yang jelas, calon guru lulusan FITK diharapkan memiliki kompetensi pedagogis yang teruji sebelum terjun langsung ke sekolah-sekolah mitra melalui praktik lapangan.

Sebagai penutup, penerbitan SK Home Base bagi setiap prodi menjadi legitimasi administratif yang memberikan kepastian posisi bagi para dosen. Secara keseluruhan, pembinaan ini menggambarkan potret pimpinan FITK yang visioner namun tetap detail dalam eksekusi operasional. Kolaborasi antara kebijakan pimpinan dan kesiapan pengelola prodi, seperti yang ditunjukkan oleh pimpinan Prodi PAI, menjadi modal utama bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus melangkah maju sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam di era digital.

Scroll to Top