Yogyakarta, 6 November 2025 – Jauh dari hiruk pikuk seremonial pimpinan kampus, di tengah kesibukan akademik, dua kekuatan organisasi mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) bertemu untuk meresmikan ikatan kerja sama. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan HMJ PAI UII Yogyakarta secara resmi memulai kemitraan strategis yang berfokus pada pengembangan manajerial organisasi dan aksi nyata kemahasiswaan.

Pertemuan yang berlangsung di UII Yogyakarta pada Kamis (6/11/2025) ini menjadi prelude dari kerja sama besar antara kedua program studi. Namun, sorotan utama tertuju pada inisiatif mahasiswa yang berani mengambil langkah maju dalam menghadapi tantangan organisasi di era digital.

Jabat Tangan Dua Pemimpin Mahasiswa Visioner

Kerja sama ini diinisiasi dan ditandatangani langsung oleh pucuk pimpinan kedua organisasi. Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, hadir Ketua Umum HMJ PAI, Ahmad Abdilah Hamka, memimpin delegasi. Sementara dari pihak tuan rumah, HMJ PAI UII Yogyakarta dipimpin oleh Ketua Umum, Raja Faris Fakhir.

Ahmad Abdilah Hamka (Ketum HMJ PAI UIN Cirebon) menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah jawaban atas tuntutan kompetensi mahasiswa PAI. “HMJ PAI UIN Cirebon fokus pada pengembangan potensi digital mahasiswa. Kami datang ke UII, yang dikenal dengan tata kelola organisasi yang rapi dan kuatnya tradisi keilmuan, untuk benchmarking (studi banding). Tujuan kami satu: menciptakan model organisasi mahasiswa PAI yang ideal—efisien secara manajerial, kreatif secara program, dan relevan secara digital,” ujar Hamka.

Senada, Raja Faris Fakhir (Ketum HMJ PAI UII) menyambut baik inisiatif ini sebagai momentum pertukaran best practice. “Kami di UII sangat antusias berbagi model pengkaderan anggota dan strategi manajemen acara. Di sisi lain, kami perlu belajar banyak dari branding dan kemampuan Go Digital HMJ PAI UIN Cirebon. Kerja sama ini memungkinkan kami melahirkan program bersama yang memiliki jangkauan nasional, misalnya melalui webinar atau podcast kolaboratif,” jelas Faris.

Membedah Manajerial: Upgrade Organisasi PAI

Inti dari pertemuan ini adalah sesi benchmarking dan diskusi manajerial organisasi yang mendalam. Kedua HMJ memaparkan struktur, program unggulan, dan tantangan yang dihadapi. Beberapa poin diskusi kunci meliputi:

  1. Sistem Pengkaderan Anggota: Membandingkan metode rekrutmen dan pelatihan anggota baru yang efektif, yang mampu menanamkan nilai-nilai organisasi tanpa membebani akademik.
  2. Manajemen Acara Hybrid: Strategi mengelola kegiatan yang melibatkan partisipan fisik dan daring, memanfaatkan keahlian digital UIN Cirebon dan keahlian logistik UII.
  3. Fundraising dan Kemitraan: Tukar pengalaman dalam mencari sumber pendanaan yang inovatif dan membangun kemitraan yang kuat dengan alumni serta pihak luar.
  4. Branding dan Konten Digital: Mendesain strategi komunikasi di media sosial agar konten PAI yang disajikan tetap edukatif, namun menarik bagi audiens mahasiswa.

Komitmen Nyata: Dari Rapat hingga Riset Bersama

Dari hasil diskusi ini, kedua HMJ sepakat untuk merealisasikan beberapa program kolaboratif jangka pendek, antara lain:

  1. Webinar Lintas Kampus: Menggelar seminar daring bersama dengan isu-isu terkini PAI, memanfaatkan database mahasiswa dari kedua institusi.
  2. E-Journal Mahasiswa PAI Bersama: Menginisiasi platform publikasi karya ilmiah mahasiswa PAI yang dikelola bersama.
  3. Program Social Media Challenge: Membuat kompetisi konten dakwah atau isu PAI yang kreatif untuk diikuti mahasiswa se-Indonesia.

Kerja sama antara HMJ PAI UIN Cirebon yang membawa semangat ‘Siber’ dan HMJ PAI UII Yogyakarta yang menjunjung tradisi organisasi yang matang, diharapkan dapat menjadi contoh model sinergi mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga berani membawa PAI ke kancah nasional dan digital. Kemitraan ini membuktikan bahwa mahasiswa PAI siap menjadi arsitek organisasi yang adaptif dan visioner.

Scroll to Top