FITK UIN Siber Syek Nurjati Cirebon Perkuat Mutu Akademik Dari Kurikulum Berbasis Cinta Hingga Inovasi Kelulusan Non-Skripsi

Cirebon, 22 Desember 2025 – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) menggelar rapat evaluasi mendalam terkait pelaksanaan pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Bertempat di Ruang Rapat Dosen, pertemuan strategis ini menjadi momentum transformasi besar bagi fakultas siber pertama di Indonesia ini dalam menyongsong tantangan pendidikan di tahun 2026.
Rapat dibuka langsung oleh Dekan FITK, Dr. H. Saifuddin, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai global dan lokal dalam kurikulum. Ia menyoroti dua poin utama: insersi Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam perangkat pembelajaran dan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). KBC merupakan program prioritas (protas) Rektor yang bertujuan untuk memanusiakan pendidikan berbasis siber, memastikan teknologi tetap memiliki sentuhan humanis. “Kita tidak hanya bicara soal digital, tetapi juga kualitas SDM. Saat ini, FITK telah memiliki 4 Tutor Tersertifikasi Nasional khusus untuk Kurikulum Berbasis Cinta. Ini adalah kekuatan kita dalam mendampingi mahasiswa,” ujar Dr. Saifuddin sambil memaparkan capaian Tridharma jurusan yang kini disajikan secara transparan melalui diagram kinerja yang komprehensif.
Evaluasi Perkuliahan Siber dan Administrasi Akademik
Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I., memberikan catatan evaluasi mengenai efektivitas perkuliahan daring, khususnya bagi mahasiswa Semester 5 dan 7. Di tengah transformasi siber, fakultas terus memantau apakah metode online tetap mampu menjaga kedalaman materi dan keterlibatan mahasiswa. Ia juga mengingatkan seluruh jurusan agar sebaran mata kuliah untuk semester berikutnya telah diserahkan paling lambat pada 05 Januari 2026.

Inovasi dan Prestasi dari Jurusan PAI
Sesi evaluasi menjadi semakin dinamis saat Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) memaparkan hasil kinerjanya. Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang didampingi oleh Sekretaris Jurusan, Zahrotus Saidah, MA.Pd., serta Gugus Mutu PAI, Neily el Izzah, M.Pd., membawa sejumlah kabar membanggakan dan usulan revolusioner.
PAI melaporkan bahwa di Semester 7 ini, proses pembimbingan tugas akhir telah berjalan sepenuhnya secara digital melalui aplikasi eTA. Selain itu, PAI mengusulkan beberapa langkah progresif untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, di antaranya:
- Rekognisi Keahlian Digital: Usulan agar mahasiswa PAI yang memiliki keterampilan di bidang content creation seperti penggunaan Canva dan Filmora bisa mendapatkan sertifikat kompetensi resmi sebagai lisensi pengakuan atas keahlian mereka.
- Jalur Kelulusan Non-Skripsi: Menanggapi aspirasi mahasiswa, Wadek 1 mengonfirmasi bahwa mulai angkatan 2023, mahasiswa diberikan pilihan untuk menempuh tugas akhir dalam bentuk publikasi Jurnal minimal Sinta 4 sebagai pengganti skripsi konvensional.
- Dukungan Teknologi AI: Mengingat tuntutan zaman, jurusan mengusulkan adanya pelatihan peningkatan kemampuan dosen dalam pengembangan bakat mahasiswa, didukung dengan penyediaan fasilitas AI berlangganan secara institusional.
- Selain inovasi bagi mahasiswa, Jurusan PAI juga memberikan penekanan khusus terkait manajemen SDM. Pihak jurusan meminta agar para Dosen Luar Biasa (DLB) menunjukkan komitmen yang lebih kooperatif dalam mengikuti kebijakan dan ritme kerja jurusan. Hal ini dianggap krusial demi menjaga sinkronisasi mutu pelayanan akademik di lingkungan FITK UIN SSC.
Rapat evaluasi ini juga menyinggung penataan regulasi pengisian Indeks Kinerja Dosen (IKD) oleh mahasiswa agar hasil evaluasi dosen menjadi lebih akurat sebagai dasar perbaikan kualitas pengajaran. Tak lupa juga Ketua Jurusan PAI menginformasikan bahwa jurnal mahasiswa yang berkolaborasi dengan DTPS PAI terbit di jurnal Sinta 2 serta mendapatkan penghargaan lain baik akademik maupun non akademik dari tingkat nasional maupun internasional.
Dengan serangkaian evaluasi dan inovasi yang direncanakan, FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimis dapat menutup tahun 2025 dengan capaian gemilang dan memulai tahun 2026 dengan standar pendidikan siber yang lebih tinggi, humanis, dan berdaya saing global.