
Cirebon. Suasana khidmat dan penuh antusiasme tampak memenuhi ruang Balai Desa Astanajapura pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Berbagai kalangan mulai dari orang tua, wali murid, guru, hingga elemen masyarakat setempat, berkumpul guna menghadiri acara Seminar SIGAP (Sinergi Orang Tua untuk Penguatan Literasi). Kegiatan ilmiah dan edukatif ini mengusung tema besar yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan modern, yakni "Membangun Sinergi Orang Tua dalam Menumbuhkan Budaya Literasi dan Mendampingi Anak Menggunakan Gadget Secara Bijak."
Pelaksanaan seminar yang dimulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB ini diinisiasi untuk merespons tantangan zaman di era digital. Kehadiran gawai atau gadget di tengah keluarga sering kali menjadi pisau bermata dua; di satu sisi mempermudah akses informasi, namun di sisi lain berpotensi menggerus minat baca anak serta memunculkan kecanduan digital jika tidak disikapi dengan pendampingan yang tepat. Oleh karena itu, panitia pelaksana menghadirkan ruang diskusi interaktif guna membekali para orang tua dengan wawasan pola asuh yang adaptif.

Acara yang dipandu oleh Fitri Nurhasanah selaku moderator ini berjalan dengan sangat interaktif dan dinamis. Keahlian moderator dalam mengatur alur diskusi membuat para peserta antusias menyimak setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber kompeten di bidangnya. Diskusi berfokus pada bagaimana membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak dalam mengontrol paparan teknologi digital secara bijaksana.
Sebagai narasumber pertama, Nono Wahyono, S.Pd., yang mewakili unsur UPT P5A Kecamatan Astanajapura, memaparkan materi mendalam mengenai realitas pendidikan anak di tingkat lokal serta pentingnya peran ekosistem sekolah dan keluarga. Beliau menekankan bahwa sinergi antara pihak institusi pendidikan formal dan lingkungan rumah merupakan kunci utama dalam membentuk karakter anak agar tidak terjerumus pada dampak negatif arus globalisasi informasi.
Sementara itu, perhatian peserta semakin terkonsentrasi tatkala Narasumber kedua, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 11, menyampaikan materi utamanya. Beliau mengupas tuntas pentingnya penanaman literasi berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal di tengah masifnya gempuran era digital yang serba cepat.
Dalam pemaparannya, Dr. Maryam menegaskan bahwa penguatan literasi tidak boleh hanya dibebankan kepada guru di sekolah semata. Orang tua memegang kendali sentral di lingkungan domestik untuk mengarahkan anak-anak agar gemar membaca, mengeksplorasi ilmu pengetahuan yang positif, serta mampu memfilter konten digital secara mandiri. Peran keteladanan orang tua dalam membatasi penggunaan gawai secara bijak menjadi fondasi psikologis yang kuat bagi anak.

Kehadiran unsur akademisi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan ini mendapat apresiasi hangat dari warga Desa Astanajapura. Melalui kapasitasnya sebagai Ketua Prodi PAI sekaligus DPL KKN Kelompok 11, Dr. Maryam mampu menjembatani teori akademik perguruan tinggi dengan realitas praktis di tengah masyarakat, sehingga pesan-pesan edukatif yang disampaikan dapat diterima dengan mudah oleh seluruh lapisan audiens.Selain menyuguhkan materi berbobot mengenai wawasan pola asuh di era digital dan tips mendampingi anak menggunakan gawai secara bijak, seminar ini juga menyediakan berbagai daya tarik penunjang bagi peserta. Mulai dari sesi tanya jawab yang interaktif, pembagian suvenir menarik, hingga penyediaan doorprize spesial bagi peserta yang aktif, menjadikan suasana Balai Desa Astanajapura semakin meriah hingga penutupan acara pada pukul 11.30 WIB.