Berita & Informasi

Perkuat Efektivitas Pengabdian Digital Kaprodi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Beri Pembekalan KKN JJ Kelompok 40

Sebagai bagian dari institusi siber pertama di Indonesia, mahasiswa PJJ PAI UINSSC memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk menunjukkan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam menebar kebermanfaatan. Program kerja yang dirancang harus memiliki pijakan metodologis yang kuat, berorientasi pada pemberdayaan, serta mampu menjawab tantangan era digital tanpa mencabut akar nilai-nilai tradisi keagamaan masyarakat

Cirebon. Sebagai upaya memperkuat efektivitas pengabdian masyarakat berbasis teknologi digital, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC), Dr. Hj. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., memberikan pembekalan eksklusif kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Jarak Jauh (KKN JJ) Kelompok 40 Prodi PJJ PAI UINSSC. Pertemuan yang berlangsung secara daring melalui platform Google Meet pada Senin, 28 September 2026 ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan persepsi dan memantapkan kesiapan mental serta metodologis para mahasiswa sebelum terjun ke tengah masyarakat.

Kegiatan pembekalan ini diselenggarakan dengan merujuk pada standar operasional dan materi panduan resmi pengabdian yang telah dirancang untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa PJJ PAI. Dr. Siti Maryam Munjiat, yang juga mengemban amanah langsung sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bagi Kelompok 40, membedah secara rinci setiap aspek teknis maupun teoritis. Latar belakang para mahasiswa yang menempuh pendidikan jarak jauh menjadi pijakan utama dalam merumuskan strategi pengabdian yang fleksibel, adaptif, namun tetap berdampak luas.

Dalam pemaparannya, Dr. Siti Maryam menegaskan bahwa KKN JJ bukan sekadar pemenuhan beban kewajiban akademis semata, melainkan sebuah wahana transformasi sosial. Mahasiswa dituntut untuk mampu memetakan potensi serta problematika di lingkungan sosial-keagamaan masyarakat tempat mereka mengabdi, kemudian menghadirkan solusi yang inovatif. Pendekatan kritis-dialogis serta integrasi nilai-nilai keislaman dan teknologi informasi menjadi pilar utama yang terus ditekankan sepanjang sesi pembekalan.

"Sebagai bagian dari institusi siber pertama di Indonesia, mahasiswa PJJ PAI UINSSC memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk menunjukkan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam menebar kebermanfaatan. Program kerja yang dirancang harus memiliki pijakan metodologis yang kuat, berorientasi pada pemberdayaan, serta mampu menjawab tantangan era digital tanpa mencabut akar nilai-nilai tradisi keagamaan masyarakat," tegas Dr. Siti Maryam di hadapan puluhan mahasiswa yang menyimak secara antusias.

Selain membedah kerangka filosofis pengabdian, sesi pembekalan ini juga diisi dengan pemaparan teknis mengenai alur kerja, mekanika pelaporan harian, penyusunan jurnal reflektif, hingga tata cara penyusunan laporan akhir KKN. Penjelasan terstruktur ini diberikan guna memastikan bahwa seluruh rangkaian aktivitas yang dijalankan mahasiswa terdokumentasi dengan baik, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis sesuai standar mutu universitas.

Atmosfer interaktif semakin terasa ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para mahasiswa Kelompok 40 memanfaatkan ruang dialog ini secara optimal untuk berkonsultasi mengenai berbagai rancangan program unggulan, mulai dari digitalisasi tata kelola pendidikan agama di tingkat lokal, literasi media untuk remaja madrasah, hingga pengembangan media pembelajaran keagamaan kreatif. Dr. Siti Maryam memberikan masukan-masukan konstruktif untuk mempertajam efektivitas setiap program yang diusulkan.

Melalui bimbingan dan arahan yang intensif ini, diharapkan seluruh anggota Kelompok 40 KKN JJ Prodi PJJ PAI UINSSC tidak hanya mampu menyelesaikan tugas-tugas administratif dengan lancar, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang inspiratif. Sinergi antara pemahaman teoretis yang didapat di bangku kuliah dengan realitas sosial di lapangan menjadi tolok ukur keberhasilan dari proses pengabdian ini.

Pertemuan diakhiri dengan dorongan semangat dan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk menjaga integritas, etika, serta nama baik almamater UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon selama menjalankan program pengabdian. Dengan bekal yang matang dan arahan yang jelas dari DPL, Kelompok 40 siap melangkah memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan agama Islam dan kesejahteraan masyarakat.

 

Topik Terkait:
#UINSSC #PAI
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas