
Cirebon, 10 Oktober 2026. Empat dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti tes wawancara calon asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Agama (LAMGAMA). Kegiatan berlangsung pada Sabtu–Minggu (10–11/10/2026), mulai pukul 07.30 WIB, secara daring melalui Zoom Meeting. Tes wawancara ini menjadi tahap penting dalam proses seleksi untuk menjadi asesor yang menilai mutu program studi di perguruan tinggi keagamaan.
Pada hari pertama, Sabtu (10/10/2026), tiga dosen PAI mendapat giliran diwawancarai, yakni Dr. Akhsin Ridho, M.Pd.I., Dr. Iis Arifudin, M.A., dan Dr. Akhmad Affandi, M.Ag. Ketiganya mengikuti sesi wawancara secara bergiliran dengan tim penguji [nama atau unsur penguji bila ingin disebut]. Keikutsertaan mereka menunjukkan kesiapan dosen PAI untuk berperan lebih luas dalam ekosistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Hari kedua, Minggu (11/10/2026), giliran Ketua Program Studi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang menjalani wawancara. Sebagai pimpinan program studi, ia membawa pengalaman langsung dalam pengelolaan kurikulum, penyusunan dokumen akreditasi, serta penerapan penjaminan mutu di tingkat prodi. Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika berhadapan dengan tim penguji.

Wawancara calon asesor pada dasarnya menguji kesiapan peserta dalam memahami sistem akreditasi dan menjalankan peran penilaian secara objektif. Materi yang lazim didalami mencakup pengalaman peserta dalam proses akreditasi, kemampuan mengenali dan menyikapi persoalan yang muncul, motivasi menjadi asesor, serta pemahaman tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS), dan tata kelola institusi.
Di tengah tuntutan peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan, keberadaan asesor yang kompeten sangat dibutuhkan. Asesor tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga menilai konsistensi antara visi, kurikulum, proses pembelajaran, dan capaian lulusan. Karena itu, penguasaan standar akreditasi dan kemampuan menilai secara adil menjadi kunci bagi setiap calon.
Pelaksanaan secara daring memungkinkan peserta dari berbagai daerah mengikuti wawancara tanpa harus bepergian, sehingga proses seleksi dapat berjalan lebih efisien. Dengan platform konferensi video, tim penguji tetap dapat menggali pemahaman peserta secara langsung melalui tanya jawab yang interaktif.
Bagi Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keikutsertaan para dosen dalam seleksi ini sejalan dengan upaya memperkuat budaya mutu di lingkungan program studi. Pengalaman menjadi asesor diharapkan menambah wawasan tentang standar penilaian yang berlaku, yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan untuk membenahi tata kelola prodi secara berkelanjutan.
Prodi PAI berharap para peserta dapat menjalani seluruh tahapan seleksi dengan baik. Apabila dinyatakan lulus, mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam penilaian akreditasi program studi di berbagai perguruan tinggi, sekaligus membawa nama baik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi agama di Indonesia.