Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seminar Proposal Skripsi Gelombang IX Dorong Inovasi Digital dan Nilai Karakter Dalam Pendidikan Islam

Pelaksanaan Seminar Proposal Skripsi Gelombang IX di Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 22 Januari 2026 bukan sekadar rutinitas akademik formal. Kegiatan ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab intelektual lembaga dalam mencetak calon pendidik yang adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui kehadiran para narasumber ahli seperti Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., universitas sedang berupaya menyaring gagasan-gagasan segar agar tidak hanya berhenti sebagai tumpukan kertas, tetapi menjadi solusi nyata bagi problematika pendidikan di lapangan.

Melihat daftar judul proposal yang diajukan, terlihat adanya pergeseran paradigma riset mahasiswa yang kini lebih berorientasi pada teknologi digital. Topik mengenai literasi digital, penggunaan platform Kahoot!, hingga media Bamboozle menunjukkan bahwa mahasiswa PAI  kini sadar akan pentingnya mengintegrasikan teknologi ke dalam ruang kelas. Ini adalah langkah maju yang membuktikan bahwa pendidikan agama tidak lagi bersifat kaku, melainkan mulai merangkul perangkat modern sebagai alat bantu pedagogis yang efektif.

Selain digitalisasi, perhatian mahasiswa terhadap isu-isu kemanusiaan dan inklusi patut mendapatkan apresiasi tinggi. Kajian mengenai pemanfaatan Al-Qur’an Braille bagi anak tunanetra menunjukkan adanya kepedulian sosial yang mendalam dalam kurikulum PAI . Riset semacam ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki watak inklusif, yang berupaya memberikan hak belajar yang setara bagi setiap individu tanpa memandang keterbatasan fisik.

Persoalan karakter dan moralitas juga tetap menjadi primadona dalam penelitian mahasiswa, terutama di tengah maraknya kasus perundungan atau bullying. Eksplorasi mengenai strategi pesantren dalam mencegah kekerasan menunjukkan bahwa institusi pendidikan tradisional tetap menjadi benteng moral yang relevan untuk dikaji. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai etis pesantren masih dipandang sebagai solusi efektif dalam menghadapi degradasi moral yang sering terjadi di lingkungan sekolah saat ini.

Hal menarik lainnya adalah munculnya konsep ekotelogi atau integrasi nilai lingkungan dalam mata pelajaran PAI  melalui proyek P5. Penetrasi isu lingkungan ke dalam ranah agama menunjukkan kesadaran baru bahwa tugas manusia sebagai khalifah di bumi mencakup pelestarian alam. Opini ini mendukung bahwa pengajaran agama harus selaras dengan isu-isu global seperti perubahan iklim, agar generasi mendatang memiliki kecerdasan ekologis yang berlandaskan iman.

Kedisiplinan yang diterapkan oleh pihak Jurusan PAI , terutama mengenai batas waktu bimbingan dua minggu pasca-seminar, merupakan langkah tegas yang sangat positif. Aturan ini memaksa mahasiswa untuk tidak menunda pekerjaan dan menjaga ritme akademik agar tetap produktif. Tanpa ketegasan birokrasi seperti ini, banyak ide cemerlang dalam proposal seringkali menguap begitu saja karena lambatnya proses eksekusi penelitian. Aspek formalitas seperti standar pakaian—baju putih, dasi, dan peci—juga memiliki makna filosofis tentang profesionalisme. Sebagai calon guru agama, mahasiswa dilatih untuk memiliki wibawa dan kerapihan yang mencerminkan martabat seorang pendidik. Meskipun terlihat sederhana, kedisiplinan berpakaian ini adalah latihan awal dalam membentuk karakter pendidik yang akan menjadi teladan bagi murid-muridnya di masa depan.

Peserta Ujian Seminar Proposal hari ini dilakukan oleh mahasiswa PAI  Angkatan 2022, yaitu:

  1. Muhammad Hildan Bayanillah Dengan Judul Strategi Pesantren Dalam Mencegah Kasus Bullying (Studi Kasus Santri Angkatan 2025 Boarding School Di Pondok Pesantren Mumtaz Ibadurrahman Tangerang)
  2. Okan Ramdhan Setiawan Dengan Judul Pengaruh Penggunaan Media Bamboozle Terhadap Keaktifan Belajar Pada Pembelajaran PAI Siswa Kelas Viii Smpn 2 Sumber
  3. Nurul Wildan Ulyana Putri Dengan Judul Korelasi Antara Tingkat Literasi Digital Siswa Dengan Efektivitas Penggunaan Kahoot! Dalam Evaluasi Formatif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di Kelas Ix Smp Negeri 1dukupuntang
  4. Nila Mailika Syakira Dengan Judul Pengaruh Pembiasaan Infak Terhadap Sikap Kepedulian Sosial Peserta Didik Di Smp It Akmala Sabila
  5. Rahma Eza Salsabila Dengan Judul Pemanfaatan Media Al-Qur’an Braille Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tunanetra Di Slb A Beringin Bhakti Cirebon
  6. Syafira Maharani Elhusna Dengan Judul Pengaruh Platform E-Learning Almultazam Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Xi Sma It Al-Multazam Kuningan
  7. Hamdi Mutawakkil Billah Dengan Judul Kurikulum Implementasi Kurikulum PAI Adaptif Terhadap Gaya Belajar Generasi Z: Studi Fenomenologi Pada Man 4 Cirebon
  8. Ananda Zhahira Syahwa Hafidzha Dengan Judul Kurikulum Integrasi Nilai-Nilai Ekotelogi Pada Mata Pelajaran PAI Melalui Kegiatan Proyek P5 Di Smpn 2 Leuwimunding
  9. Siti Nur Azizah Dengan Judul Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Pembentukan Adab Generasi Z Pada Era Digitalisasi (Studi Kasus Di Kampung Kriyan Timur)
  10. Ayas Defiko Dengan Judul Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Meningkatkan Literasi PAI Dan Kecakapan Komunikasi Kritis Remaja Di Dusun Degan Ii Yogyakarta

Secara keseluruhan, Seminar Proposal Gelombang IX ini mencerminkan optimisme terhadap masa depan pendidikan Islam di Indonesia. Dengan cakupan kajian yang luas mulai dari media pembelajaran, kurikulum, hingga pendidikan luar sekolah, UINSSC telah berhasil menciptakan iklim riset yang dinamis. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa hasil-hasil penelitian ini nantinya dapat diimplementasikan secara luas demi kemajuan kualitas pendidikan nasional.

Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seminar Proposal Skripsi Gelombang IX Dorong Inovasi Digital dan Nilai Karakter Dalam Pendidikan Islam

Scroll to Top
text/plain kw.txt ( HTML document, UTF-8 Unicode text, with CRLF line terminators )