CIREBON – FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Rapat Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil dengan Skema Perkuliahan Hybrid pada Selasa, 5 Agustus 2025, untuk pematangkan persiapan perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Acara yang berlangsung di ruang rapat Dosen FITK ini dihadiri oleh para Ketua dan Sekretaris Jurusan di lingkungan fakultas, menandakan keseriusan dalam menyambut semester baru. Rapat ini dipimpin oleh Dr. Atikah Syamsyi, M.Pd.I, selaku Wakil Dekan I yang bertugas memaparkan secara mendalam strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Dalam pemaparannya, Dr. Atikah pentingnya pentingnya adaptasi terhadap kondisi saat ini dengan mengadopsi model pembelajaran hybrid ( hybrid learning ). “Strategi ini kami pilih untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dan kondisi siswa, memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan efektif tanpa mengorbankan kualitas,” jelasnya.

Dokumentasi rapat persiapan perkuliahan yang dipimpin oleh Dr. Atikah Syamsyi, M.Pd.I, selaku Wakil Dekan I dan di hadiri oleh para Kajur Sekjur Pada Lingkungan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Dokumentasi rapat persiapan perkuliahan yang dipimpin oleh Dr. Atikah Syamsyi, M.Pd.I, selaku Wakil Dekan I dan di hadiri oleh para Kajur Sekjur Pada Lingkungan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Skema Perkuliahan yang Fleksibel Sesuai Tahapan Akademik

FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Rapat Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil dengan Skema Perkuliahan Hybrid Model pembelajaran hybrid yang diusung oleh FITK ini dirancang secara bertingkat, menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan akademik siswa. Berikut rincian skema perkuliahan yang telah disepakati:

  1. Semester 1 (Wajib Tatap Muka): Perkuliahan akan sepenuhnya dilaksanakan secara offline di kampus. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman orientasi akademik yang mendalam bagi mahasiswa baru. Interaksi langsung dengan dosen dan lingkungan kampus dianggap penting untuk membangun fondasi studi yang kuat dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara mahasiswa.
  2. Semester 3 dan 5 ( Hybrid Learning ): Mahasiswa pada semester ini akan menjalani hybrid learning , pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka (luring) dengan pembelajaran bold (online). Artinya, sebagian kegiatan belajar dilakukan secara langsung di kelas, dan sebagian lainnya dilakukan secara virtual atau jarak jauh menggunakan teknologi. Pendekatan ini memberikan makna bagi siswa untuk mendalami materi secara mandiri melalui platform yang berani, sambil tetap memperoleh bimbingan langsung dari dosen.
  3. Semester 7 (Online Penuh): Menjelang akhir masa studi, perkuliahan akan beralih ke format online penuh. Keputusan ini diambil untuk memberikan kelonggaran waktu bagi mahasiswa yang akan melalui tahapan penting, yaitu Praktik Lapangan Profesi (PLP).

PLP Menjadi Jembatan Mahasiswa ke Dunia Kerja

Salah satu inovasi penting dalam skema ini adalah pelaksanaan PLP yang akan sepenuhnya dilakukan di semester 7. Dr. Atikah menjelaskan bahwa PLP akan dilaksanakan di sekolah-sekolah mitra yang telah bekerja sama dengan FITK. “Sekolah-sekolah ini akan berperan sebagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bagi siswa kami. Mahasiswa tidak hanya akan mengajar, tetapi juga belajar mengelola kegiatan sekolah, berinteraksi dengan pemangku kepentingan, dan menerapkan teori yang telah mereka pelajari,” tuturnya.

Tanggapan Positif dari Ketua Jurusan PAI

Kebijakan ini disambut dengan antusiasme, terutama dari jurusan-jurusan yang memiliki jumlah mahasiswa yang besar, seperti Pendidikan Agama Islam (PAI). Siti Maryam Munjiat, SS, M.Pd.I., selaku Ketua Jurusan PAI , menyatakan kesiapannya dalam mengimplementasikan skema ini. “Kami di Jurusan PAI sangat mendukung penuh arahan dari pengajar fakultas. Model hybrid ini memberikan kami maksud dalam merancang kurikulum dan metode pengajaran yang lebih adaptif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Maryam menambahkan bahwa kami telah menyiapkan langkah-langkah strategi, terutama untuk mahasiswa yang akan menghadapi PLP. “Kami akan memastikan koordinasi dengan sekolah mitra berjalan optimal. Kami juga telah menyiapkan materi dan perangkat pembelajaran dare yang interaktif untuk siswa semester 7. Sementara itu, untuk semester 3 dan 5, kami akan mengoptimalkan kombinasi antara tatap muka dan dare agar pengalaman belajar siswa lebih kaya,” tutupnya.

Rapat ini berhasil menguraikan langkah-langkah konkret yang diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi seluruh civitas akademika FITK untuk memulai semester ganjil dengan lancar. Dengan skema perkuliahan yang fleksibel dan terencana, FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimis dapat memastikan kualitas pendidikan tetap unggul, di tengah dinamika perubahan yang terus terjadi.

Scroll to Top