Cirebon, 29 Juli 2025 – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Kurikulum Inklusif Integrasi Kesetaraan Gender dan Akses Disabilitas dalam Kurikulum PAI kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan yang adil dan merata. Hari ini, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGAD) sukses menggelar lokakarya berani bertajuk “Merancang Kurikulum Setara dan Aksesibel untuk Semua: Gender dan Disabilitas.” Acara ini tidak hanya menarik antusiasme para dosen di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya dosen jurusan PAI, begitu juga Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti. Maryam Munjiat, SS., M.Pd.I., dan Sekretaris Jurusan PAI, Zahrotus Saidah, MA.Pd., tentang kegiatan ini. Workshop ini menjadi forum penting untuk memperkaya perspektif iklim dengan menghadirkan dua pakar terkemuka: Prof. Dr. Tri Marhaeni Pudji Astuti, M.Hum., dan Ro’fah, MA., Ph.D. Keduanya berbagi wawasan mendalam dan strategis praktis dalam membangun kurikulum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengakomodasi keragaman mahasiswa dari aspek gender dan disabilitas.

Prof Dr Tri Marhaeni Pudji Astuti menggarisbawahi urgensi integrasi perspektif gender dalam setiap elemen kurikulum. Beliau menekankan bahwa rancangan kurikulum harus mampu menghilangkan bias gender dan memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa. Menariknya, pendekatan ini sangat sejalan dengan filosofi dan praktik kurikulum yang telah diterapkan di Jurusan PAI, yang memang selalu berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang adil dan inklusif. Melengkapi sesi, Ro’fah, MA., Ph.D., fokus pada pentingnya aksesibilitas kurikulum bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Ia menyajikan panduan komprehensif tentang bagaimana merancang materi dan metode pengajaran yang adaptif, memungkinkan semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, untuk mengakses dan meraih potensi maksimal dalam studi mereka.

Ketua Jurusan PAI, dalam menanggapi kegiatan ini, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam penerimaan dan proses belajar mengajar. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai inklusivitas ini sudah terintegrasi dalam kurikulum PAI. “Kami berkomitmen pada penyetaraan untuk semua, tanpa ada bias gender maupun disabilitas,” ujarnya,.

Interaksi aktif terlihat jelas dari diskusi yang hidup di antara para peserta. Dosen-dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan semangat bertanya, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menyusun langkah-langkah konkret untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif. Kehadiran dan partisipasi aktif dari pimpinan, khususnya Ketua dan Sekretaris Jurusan PAI, juga menjadi bukti nyata dukungan penuh universitas terhadap inisiatif pengembangan kurikulum yang berpihak pada keberagaman dan kesetaraan.

Lokakarya ini menjadi tonggak penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan visi pendidikan yang modern, relevan, dan inklusif. Dengan diberlakukannya kurikulum yang mengakomodasi gender dan disabilitas, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimis dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat.

Scroll to Top