Cirebon, 1 Oktober 2025 – Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya mencetak pendidik agama masa depan melalui penyelenggaraan Guest Lecturer (Kuliah Pakar) bertajuk “Kompetensi Guru PAI Era 5.0: Generasi Berkarakter dan Mendunia.” Acara ini sukses memantik semangat akademik puluhan mahasiswa semester 5 PAI di Auditorium Lantai 5 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Guest Lecturer ini menjadi bukti nyata implementasi kolaborasi strategis dengan PAI UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan, menjembatani pertukaran ilmu dan inovasi antara dua PTKIN terkemuka di Indonesia.

Foto Narasumber utama Dr. Mahariah, M.Ag., yang merupakan Ketua Program Studi PAI UINSU Medan
Foto Narasumber utama Dr. Mahariah, M.Ag., yang merupakan Ketua Program Studi PAI UINSU Medan

Menjawab Tantangan Society 5.0: Karakter dan Globalisasi

Narasumber utama, Dr. Mahariah, M.Ag., yang merupakan Ketua Program Studi PAI UINSU Medan, memaparkan secara mendalam bagaimana peran guru PAI harus berevolusi. Ia menekankan bahwa Era Society 5.0, dengan integrasi teknologi canggih, tidak boleh menggeser fokus utama pendidikan agama. “Tantangan terbesar kita adalah bagaimana menghasilkan Guru PAI yang tech-savvy, namun tetap menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter Islami pada generasi muda,” tegas Dr. Mahariah. “Kompetensi seorang guru PAI kini harus mencakup kemampuan digital, tetapi esensinya tetap pada transfer nilai dan moralitas. Kita harus mencetak lulusan yang tidak hanya baik di dalam negeri, tapi juga mampu membawa identitas keislaman Indonesia yang moderat dan toleran ke pentas mendunia.”

Sesi yang penuh wawasan ini dipandu dengan apik oleh Umihani, M.Pd.I., Dosen PAI UIN Siber Cirebon, yang berhasil memantik diskusi kritis antara narasumber dan mahasiswa tentang kurikulum PAI adaptif.

Dukungan Penuh Demi Peningkatan Mutu Lulusan

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Jurusan PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menggarisbawahi urgensi penguasaan kompetensi ganda—teknologi dan spiritual—bagi calon pendidik. “Kami sangat berterima kasih kepada Dr. Mahariah atas wawasan yang luar biasa. Kuliah pakar ini adalah investasi kami untuk memastikan lulusan PAI UIN Siber Cirebon siap menjadi Guru PAI di masa depan, yang inovatif, berintegritas, dan mampu mengajar secara daring maupun luring dengan kualitas terbaik,” ujar Dr. Siti Maryam.

Dukungan terhadap inisiatif ini terlihat dari kehadiran lengkap jajaran pimpinan dan dosen PAI UIN Siber Cirebon, termasuk Zahrotus Saidah, MA.Pd. (Sekretaris Jurusan PAI), Neily el Izzah, M.Pd., Achmad Zuhri, M.Pd., Dra. Darrotul Jannah, M.Ag., dan Dr. Agung, M.Ag. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas jurusan dalam mewujudkan visi pendidikan PAI yang adaptif dan berkualitas.

Dalam kegiatan tersebut antusias mahasiswa PAI terlihat dari rasa ingin tahunya bertanya tentang bagaimana peran guru yang tidak bisa digantikan tekhnologi ujar Gilang mahasiwa PAI semester 5 kelas B dan juga pertanyaan dari Hamka mahasiswa PAI kelas C sekaligus ketua HMJ ini bertanya terkait makna ta’dib, apakah seorang guru di era sekarang masih memiliki hal tersebut.

Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan penegasan komitmen Jurusan PAI UIN Siber Cirebon untuk terus membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran mendalam bagi seluruh sivitas akademika.

Scroll to Top