Mengawal Mutu Mengunci Prestasi Strategi Kolektif Mempertahankan Akreditasi Unggul Prodi PAI UIN SSC

Kegiatan review Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Data Kuantitatif Program Studi (DKPS) yang berlangsung di Cirebon pada 15 Januari 2025 bukan sekadar rutinitas administratif tahunan. Pertemuan ini merupakan manifestasi dari komitmen kolektif institusi dalam menjaga marwah akademik dan kualitas pendidikan di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sebagai program studi yang menjadi ujung tombak dalam mencetak pendidik agama masa depan, PAI memegang tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa proses transformasi menuju Cyber University berjalan selaras dengan standar mutu nasional maupun internasional.
Kehadiran Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), H. Toheri, M.Si., memberikan bobot strategis pada kegiatan ini. LPM berperan sebagai “penjaga gerbang” kualitas yang memastikan bahwa setiap narasi dalam LED dan setiap angka dalam DKPS valid dan objektif. Dalam kacamata penjaminan mutu, kejujuran data adalah fondasi utama; tanpa evaluasi yang presisi, perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) mustahil dapat dicapai. Arahan dari LPM menjadi kompas bagi tim Taskforce agar tidak terjebak pada formalitas dokumen, melainkan fokus pada substansi pengembangan mutu yang berkelanjutan.
Dukungan struktural dari fakultas juga tampak nyata dengan hadirnya Wakil Dekan 1 FITK, Dr. Atikah Samsyi, M.Pd.I. Peran fakultas sangat krusial dalam menyinergikan kebijakan universitas dengan kebutuhan spesifik program studi. Dr. Atikah menekankan bahwa akreditasi bukan hanya beban kerja prodi, melainkan cerminan kesehatan manajerial di tingkat fakultas. Sinergi ini memastikan bahwa sarana prasarana, kurikulum, dan pendanaan yang dikelola fakultas benar-benar terkonvergensi untuk mendukung luaran (outcomes) mahasiswa PAI yang unggul dan kompetitif di era digital.
Di lini kepemimpinan prodi, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., selaku Ketua Prodi PAI, menunjukkan kepemimpinan yang detail dan visioner. Beliau memahami bahwa LED bukan sekadar laporan, melainkan sebuah instrumen naratif yang menceritakan jati diri, keunikan, dan keunggulan kompetitif Prodi PAI dibandingkan institusi lain. Di bawah arahan beliau, review ini menjadi ajang untuk membedah sejauh mana visi prodi telah terinternalisasi dalam setiap mata kuliah, penelitian dosen, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara masif namun terukur.

Keberhasilan penyusunan dokumen ini tentu tidak lepas dari kerja keras Sekretaris Prodi PAI, Zahrotus Saidah, MA.Pd., beserta tim Taskforce yang menjadi motor penggerak di balik layar. Tim ini memiliki tugas berat untuk mengonversi seluruh aktivitas akademik menjadi data kuantitatif yang presisi di DKPS. Ketelitian dalam memverifikasi data prestasi mahasiswa, publikasi ilmiah dosen, dan rasio dosen-mahasiswa adalah pekerjaan melelahkan yang membutuhkan ketahanan mental. Upaya kolektif tim Taskforce ini merupakan bentuk pengabdian nyata demi masa depan prodi yang lebih gemilang.
Secara substansi, review LED dan DKPS ini menuntut kejujuran dalam melihat cermin diri. PAI UIN SSC ditantang untuk menunjukkan bagaimana integrasi nilai-nilai keislaman dengan teknologi siber diimplementasikan secara nyata. LED harus mampu menjawab tantangan zaman tentang bagaimana pendidikan agama tetap relevan dan progresif di tengah disrupsi teknologi. Data kuantitatif yang disajikan harus mampu berbicara tentang produktivitas akademik yang tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas bagi masyarakat siber maupun fisik.
Proses review ini juga memberikan sinyal kuat bahwa UIN SSC sedang berada di jalur yang benar dalam bertransformasi menjadi universitas siber. Sinkronisasi data antara prodi dan LPM menunjukkan bahwa sistem manajemen informasi di universitas ini mulai terintegrasi dengan baik. Tantangan ke depan adalah bagaimana mempertahankan ritme kerja kolektif ini agar tidak hanya muncul saat menjelang akreditasi, tetapi menjadi budaya kerja sehari-hari (quality is a habit). Konsistensi dalam mendokumentasikan setiap kemajuan adalah kunci utama dalam menghadapi audit mutu eksternal nantinya.
Sebagai penutup, kegiatan yang dilakukan di Cirebon ini adalah langkah awal yang optimistis menuju pencapaian akreditasi Unggul bagi Prodi PAI. Dengan semangat kolaborasi antara LPM, pimpinan fakultas, pimpinan prodi, dan tim Taskforce, tantangan seberat apa pun akan terasa lebih ringan. Hasil dari review ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk melakukan akselerasi kualitas, sehingga Prodi PAI UIN SSC tidak hanya menjadi pusat unggulan di Jawa Barat, tetapi juga menjadi rujukan pendidikan agama Islam berbasis siber di tingkat nasional maupun internasional.