
Cirebon, 05 November 2025 – Sebanyak 119 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan 2023 UIN SSC ini melaksanakan perjalanan spiritual dan edukatif berupa ziarah ke makam salah satu Wali Songo terkemuka, Sunan Gunung Jati, di Cirebon. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan upaya mendalam untuk meneladani spirit perjuangan dan nilai-nilai Islam yang moderat dari sang penyebar agama di tanah Pasundan. Rombongan yang berjumlah lebih dari seratus mahasiswa ini didampingi secara langsung oleh jajaran pimpinan dan DTPS PAI UIN SSC, menegaskan komitmen prodi dalam mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pengalaman spiritual di lapangan.
Menggali Spirit Keislaman di Astana Gunung Sembung
Ziarah ini berpusat di kompleks Astana Gunung Sembung (Makam Sunan Gunung Jati) yang menjadi pusat wisata religi di Cirebon. Sunan Gunung Jati, atau Syarif Hidayatullah, dikenal sebagai tokoh sentral yang mendirikan Kesultanan Cirebon dan menyebarkan Islam dengan pendekatan kultural yang bijaksana. Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai sejarah perjuangan, kesalehan, dan integritas moral yang dicontohkan oleh Sunan Gunung Jati. Bagi mahasiswa PAI, berziarah adalah bentuk tafakkur tentang hakikat hidup, kematian, dan pentingnya mempersiapkan bekal akhirat, sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW.
Acara ziarah dilaksanakan dengan penuh khidmat Prosesi pembacaan tahlil dan doa bersama menjadi inti dari kegiatan spiritual ini : Tahlil dan Dzikir: Dipimpin oleh Dr. A. Syathori, M.Ag., dan doa penutup dibacakan oleh Muhadditsir Rifa’i, S.Pd.I., M.Pd.I

Komitmen Pimpinan dan Dosen dalam Pendidikan Karakter
Kehadiran pimpinan dan dosen dalam jumlah signifikan menunjukkan dukungan penuh terhadap dimensi pendidikan non-klasikal ini. Mereka yang turut mendampingi, Ketua Jurusan PAI Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., Sekretaris Jurusan PAI: Zahrotus Saidah, MA.Pd., Dosen Pendamping lainnya. Dr. Maryam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum PAI. “Mahasiswa PAI harus memahami bahwa Islam di Nusantara memiliki akar historis dan kultural yang kuat, salah satunya melalui jejak para Wali Songo. Berziarah ke Sunan Gunung Jati adalah pelajaran sejarah dan spiritual yang tak ternilai harganya,” ujarnya.Senada dengan itu, Zahrotus Saidah, MA.Pd., Sekretaris Jurusan PAI, menambahkan, “Tradisi ziarah ini penting untuk membangun kesalehan sosial dan spiritual mahasiswa. Mereka belajar untuk menghargai jasa para ulama dan mengambil ibrah (pelajaran) dari kesederhanaan dan keteguhan iman mereka.
Dengan selesainya ziarah ini, mahasiswa PAI UIN SSC Angkatan 2023 diharapkan kembali ke kampus dengan semangat baru dan wawasan keislaman yang lebih holistik, siap menjadi generasi pendidik agama yang memiliki kedalaman spiritual dan kekayaan historis.