Jurusan PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Rapat Evaluasi Semester Ganjil dan Persiapan Semester Genap TA 2025/2026

Pertemuan yang berlangsung pada hari selasa tanggal 06 Januari 2026 di lingkungan Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah momentum krusial untuk memotret capaian Semester Ganjil TA 2025/2026. Sebagai universitas berbasis siber pertama, evaluasi ini menjadi pijakan vital dalam mengukur efektivitas pembelajaran jarak jauh yang telah dijalankan. Kehadiran seluruh Dosen Tetap Program Studi (DTPS) menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga muruah akademik di tengah transformasi digital yang kian masif.
Salah satu poin sentral dalam rapat ini adalah penekanan pada Instrumen Akreditasi 2.0. Pergeseran paradigma akreditasi ini menuntut prodi untuk tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga unggul dalam luaran yang terukur. Di bawah panduan moderator Zahrotus Saidah, MA.Pd., diskusi mengalir dengan fokus pada bagaimana setiap komponen pembelajaran di semester genap mendatang harus selaras dengan standar mutu yang lebih ketat, transparan, dan berbasis data digital yang akurat.
Sambutan dari Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., memberikan arah yang jelas mengenai visi prodi ke depan. Beliau menekankan bahwa semangat belajar mahasiswa harus terus dipicu melalui inovasi pedagogik. Namun, poin yang paling mendasar adalah tuntutan terhadap dosen untuk lebih disiplin dalam pengumpulan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hal ini bukan tanpa alasan, sebab RPS merupakan dokumen kontrak belajar yang menjadi fondasi awal keberhasilan satu semester ke depan.
Tuntutan utama yang ditekankan adalah penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dalam konteks PAI, OBE mengharuskan setiap mata kuliah (MK) menghasilkan output yang nyata, baik berupa karya ilmiah, proyek inovasi pembelajaran, maupun produk digital yang bermanfaat bagi masyarakat. Dr. Siti Maryam menegaskan bahwa nilai mahasiswa tidak lagi hanya angka di atas kertas, melainkan manifestasi dari kompetensi yang sesuai dengan profil lulusan PAI di era siber.

Proses penawaran pengampu mata kuliah untuk Semester Genap juga menjadi agenda yang dinamis. Pembagian beban mengajar dilakukan dengan mempertimbangkan kepakaran masing-masing DTPS agar linieritas keilmuan tetap terjaga. Transparansi dalam penawaran MK ini penting untuk memastikan bahwa setiap dosen memiliki ruang untuk mengembangkan spesialisasi mereka, sekaligus menjamin mahasiswa mendapatkan pengajaran dari pakar yang tepat di bidangnya.
Beberapa dosen memberikan komentar yang membangun selama sesi diskusi. Salah satu dosen senior, Dr. Suklani, M.Ag., menekankan bahwa tantangan terbesar dalam sistem siber adalah menjaga kedekatan emosional dan spiritual dengan mahasiswa. Komentar lain menyoroti pentingnya sinkronisasi antara konten materi dengan platform teknologi yang digunakan, agar beban kognitif mahasiswa tetap terjaga. Diskusi ini memperlihatkan bahwa DTPS PAI sangat peduli terhadap kualitas interaksi akademik, bukan sekadar transfer pengetahuan.
Komentar lainnya juga muncul terkait ketepatan waktu pengumpulan RPS. Sebagian dosen menyarankan adanya lokakarya singkat atau pendampingan pengisian RPS berbasis OBE agar terjadi keseragaman standar kualitas di seluruh mata kuliah. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran bahwa untuk mencapai akreditasi unggul dengan instrumen 2.0, diperlukan kerja kolaboratif yang sistematis, bukan sekadar kerja individual masing-masing pengampu mata kuliah.
Sebagai penutup, rapat evaluasi ini menjadi alarm positif bagi seluruh civitas akademika PAI UIN Siber Syekh Nurjati. Dengan kepemimpinan yang suportif dan dosen yang responsif terhadap perubahan, persiapan Semester Genap TA 2025/2026 ini membawa harapan besar. Fokus pada luaran (outcome) dan kedisiplinan administratif akan menjadi kunci utama bagi Prodi PAI untuk tetap memimpin dalam kancah pendidikan Islam berbasis siber di Indonesia.