Cirebon, 20 Oktober 2025 – Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai hari ini, Senin, 20 Oktober 2025, melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) dengan format hibrid yang akan berlangsung hingga Jumat, 24 Oktober 2025. Pelaksanaan UTS ini menggabungkan sesi tatap muka dan penugasan berbasis observasi lapangan, komitmen dalam mengintegrasikan teori dan praktik lapangan dalam PAI.
Kombinasi Ujian Luring dan Daring
Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, SS, M.Pd.I., menyatakan bahwa pendekatan hibrid ini dirancang untuk menguji penguasaan konsep akademik sekaligus kemampuan siswa dalam menerapkan ilmu pendidikan Islam di dunia nyata.
“Format ini adalah mutasi dari visi UIN Siber Syekh Nurjati yang fokus pada pendidikan digital tanpa meninggalkan urgensi penguatan kompetensi praktik mengajar dan kepekaan sosial,” ujar beliau.

Pelaksanaan Ujian Tatap Muka di Gedung N
Sesi ujian dengan format tatap muka (offline) dilaksanakan di Gedung N kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Ujian luring ini diselenggarakan untuk mata kuliah tertentu yang memerlukan evaluasi pemahaman teoritis secara komprehensif.
Observasi Lapangan Gantikan Sebagian Ujian Daring
Sementara itu, untuk beberapa mata kuliah, UTS dilaksanakan secara berani (online) dalam bentuk observasi lapangan di sekolah atau madrasah. Penyugasan ini menantang siswa untuk melakukan observasi langsung terhadap proses pembelajaran PAI, manajemen kelas, atau kegiatan keagamaan di lembaga pendidikan.
Hasil observasi ini kemudian dilaporkan dalam bentuk karya ilmiah atau dokumentasi video yang akan dinilai sebagai bagian dari komponen UTS. Model ujian ini secara efektif berfungsi sebagai jembatan antara teori yang dipelajari di kelas dengan kenyataan sebagai calon Guru PAI.
Kegiatan UTS Hibrid Jurusan PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun ke lapangan dengan kompetensi pedagogik dan profesionalisme yang tinggi.
