Cirebon – Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan salah satu puncak proses akademik, yakni Ujian Munaqosyah Skripsi Gelombang IX pada Jum’at, 17 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan penentuan mahasiswa Program Sarjana PAI.

Berdasarkan surat resmi Jurusan PAI, sidang Munaqosyah ini dihelat mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Gedung N. 102. Pelaksanaan ujian ini diharapkan dibuka dan dibawakan langsung oleh Bapak Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Dr. H. Saifuddin, M.Ag.

Foto Para Penguji Munaqosyah Gel. 9 sedang Melaksanakan Pengujian Munaqosyah
Foto Para Penguji Munaqosyah Gel. 9 sedang Melaksanakan Pengujian Sidang Munaqosyah

Uji Integritas Tujuh Penelitian Pendidikan Islam

Pada Gelombang IX ini, tujuh (7) mahasiswa PAI diuji secara komprehensif untuk mempertahankan hasil penelitian mereka di hadapan tim penguji. Ujian ini mencakup beragam isu kontemporer dalam Pendidikan Agama Islam:

  1. Devi Rahmawati Ningrum (NIM: 2108101134)
  2. Silmi Fitriyani Burhan (NIM: 2108101038)
  3. Kotijah Hanif (NIM: 2108101163)
  4. Muhammad Amar Ma’ruf (NIM: 2108101178)
  5. Jihad Musadi (NIM: 2108101097)
  6. Elsa Sustania (NIM: 2108101167)
  7. Aisyah Elsa Sulistia (NIM: 2108101157)
Foto Ibu Kajur PAI Dr. Siti Maryam Munjiat, SS, M.Pd.I, dan Ibu Sekjur PAI Ibu Zahrotus Saidah, MA.Pd Beserta Mahasiswa Sidang Munaqosyah Ge. 9
Foto Ibu Kajur PAI Dr. Siti Maryam Munjiat, SS, M.Pd.I, dan Ibu Sekjur PAI Ibu Zahrotus Saidah, MA.Pd Beserta Mahasiswa Sidang Munaqosyah Gel. 9

Komitmen Pimpinan Jurusan dalam Menjaga Kualitas Lulusan

Proses Munaqosyah ini dipimpin oleh Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, SS, M.Pd.I.. Beliau dan tim dosen penguji yang terdiri dari para pakar bidang PAI bertanggung jawab bahwa setiap lulusan telah memenuhi standar akademik tertinggi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Pelaksanaan Ujian Munaqosyah Gelombang IX Tahun 2025 ini menjadi penanda kesiapan calon sarjana PAI untuk mengabdikan ilmu mereka di tengah masyarakat dan dunia pendidikan.

Scroll to Top