Cirebon Kamis, 17 Juli 2025, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Evaluasi Pembelajaran Semester Genap dan Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan baru saja merampungkan agenda penting, yaitu evaluasi menyeluruh pembelajaran semester genap Tahun Akademik 2024/2025 dan persiapan matang menyambut semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh dosen dan staf pengajar ini menjadi wadah strategi untuk merefleksikan pencapaian, mengidentifikasi tantangan, serta merancang strategi peningkatan mutu pendidikan PAI ke depan. Suasana penuh kebersamaan, Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat., menyampaikan Berbagainya. Beliau mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh civitas akademika Jurusan PAI selama satu semester terakhir. “Evaluasi ini bukan sekedar rutinitas, melainkan momentum krusial bagi kita untuk melihat sejauh mana target pembelajaran telah tercapai dan di mana kita bisa menjadi lebih baik,” ujar Dr. Maryam. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar dosen dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan transformatif bagi siswa. “Mari kita jadikan evaluasi ini sebagai pijakan untuk terus berinovasi, memastikan bahwa lulusan PAI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya dengan penuh semangat.

Ibu Zahrotus Saidah, MA.Pd selaku sekretaris Jurusan PAI sedang membuka rapat evaluasi menyeluruh pembelajaran semester genap Tahun Akademik 2024/2025 dan persiapan perkuliahan semester ganjil 2025/2026
Ibu Zahrotus Saidah, MA.Pd selaku sekretaris Jurusan PAI sedang membuka rapat evaluasi menyeluruh pembelajaran semester genap Tahun Akademik 2024/2025 dan persiapan perkuliahan semester ganjil 2025/2026

Acara dilanjutkan dengan pemaparan detail mengenai kurikulum oleh tim pengembang kurikulum Jurusan PAI yang dipimpin langsung oleh Prof. H. Saefudin Zuhri, M.Ag., memaparkan berbagai inovasi dan penyelarasan kurikulum yang telah dilakukan, khususnya dalam menangani dinamika pendidikan Islam dan tuntutan zaman. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum yang terus diperbarui agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang PAI. “Kurikulum kami dirancang untuk menghasilkan sarjana PAI yang kompeten, adaptif, dan memiliki kepekaan sosial tinggi. Kami telah mengintegrasikan berbagai pendekatan pembelajaran modern, termasuk meningkatkan porsi untuk pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus,” jelas Prof. Saefudin. Timnya juga membuka ruang diskusi dan masukan dari para dosen terkait implementasi kurikulum di lapangan. Sesi tanya jawab yang interaktif, suasana menjadi hidup ketika salah satu DTPS PAI, Dr. Muslihudin, M.Ag., melontarkan pertanyaan yang banyak menjadi perhatian rekan-rekannya. “Prof, terkait dengan persiapan semester ganjil dan arah kebijakan pendidikan saat ini, bagaimana posisi mata kuliah Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) dan Microteaching, terutama dalam konteks persiapan siswa kita untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di masa depan?” tanya Muslihudin. Pertanyaan ini disambut anggukan setuju dari beberapa dosen lainnya, menunjukkan relevansi isu tersebut.

Kegiatan rapat evaluasi menyeluruh pembelajaran semester genap Tahun Akademik 2024/2025 dan persiapan perkuliahan semester ganjil 2025/2026
Kegiatan rapat evaluasi menyeluruh pembelajaran semester genap Tahun Akademik 2024/2025 dan persiapan perkuliahan semester ganjil 2025/2026

Menanggapi pertanyaan tersebut, Prof. Saefudin menjelaskan bahwa PLP dan Microteaching merupakan dua kuliah mata inti yang sangat vital dalam pembentukan kompetensi profesional calon guru PAI. “Kami sedang mengkaji ulang bobot dan fokus kedua mata kuliah ini agar lebih terintegrasi dengan standar Pendidikan Guru. Tujuannya adalah agar mahasiswa kita sudah memiliki bekal yang kuat sebelum mereka menempuh PPG,” jawab Prof. Saefudin. Beliau menambahkan bahwa Jurusan PAI akan terus berkoordinasi dengan lembaga penyelenggara PPG dan kementerian terkait untuk memastikan bahwa kurikulum PLP dan Microteaching selaras dengan persyaratan dan kebutuhan PPG. “Bahkan kami sedang menjajaki kemungkinan untuk memperbanyak simulasi praktik mengajar dan melibatkan dosen praktisi dari sekolah-sekolah unggulan agar pengalaman siswa semakin kaya,” imbuhnya. Prof Saefudin juga menggarisbawahi pentingnya Asesmen Portofolio Elektronik (APE) dan merekomendasikan penerapannya pada dosen yang memang ahli di bidangnya, memastikan evaluasi yang komprehensif dan akurat terhadap pencapaian mahasiswa. Muslihudin, selain pertanyaan sebelumnya tentang PLP dan Microteaching untuk PPG, juga memberikan usulan inovatif terkait mata kuliah. Beliau menyarankan pengembangan mata kuliah seperti Hikmah Tasyri’, Filsafat Akhlak, dan sejenisnya untuk memperkaya perspektif keilmuan mahasiswa. Muslihudin juga memperkenalkan pengenalan mata kuliah Ushul Tarbiyah sebagai pengganti Hadits Tarbawi dan Tafsir Tarbawi, serta memperkuat Filsafat Pendidikan Islam dari sudut pandang filosofis. “Kita perlu menerapkan kurikulum yang sesuai dengan standar guru pendidikan, dengan landasan epistemologi PLP yang jelas, dan memposisikannya sebagai nomenklatur yang berbeda untuk membedakan dengan praktik mengajar biasa,” ujarnya.

Kegiatan Sesi tanya jawab yang interaktif, suasana menjadi hidup ketika salah satu DTPS PAI
Kegiatan Sesi tanya jawab yang interaktif, suasana menjadi hidup ketika salah satu DTPS PAI

Usulan Dr. Muslihudin mendapatkan tanggapan positif dari Pak Iwan, yang menyatakan dukungannya terhadap penguatan aspek observasi dan praktik dalam pembelajaran. Senada dengan itu, Dr. Syathori menyarankan agar observasi PLP dan microteaching dapat digabungkan untuk efisiensi dan efektivitas pembelajaran praktik mengajar. Diskusi juga menyentuh aspek relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Bu Nyai Darah dan Bunda Nurlela turut memberikan testimoni dari para pengguna alumni, yang menjadi masukan berharga bagi jurusan untuk terus menyelaraskan profil lulusan dengan harapan pasar kerja. Masukan ini pentingnya tidak hanya penguasaan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan.

Seluruh masukan dan gagasan yang muncul dari diskusi intensif ini akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan program kerja Jurusan PAI untuk semester ganjil 2025/2026. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Jurusan PAI siap menyambut ganjil semester Tahun Akademik 2025/2026 dengan lebih baik, demi mencetak generasi pendidik agama Islam yang profesional dan berintegritas. Diskusi hangat juga terjadi mengenai berbagai aspek lain, seperti optimalisasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran, peningkatan publikasi ilmiah dosen, hingga strategi bimbingan akademik yang lebih efektif. Seluruh masukan dan gagasan yang muncul akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan program kerja Jurusan PAI untuk semester ganjil 2025/2026.

Kegiatan evaluasi dan persiapan ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh jajaran Jurusan PAI untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Jurusan PAI siap menyambut ganjil semester Tahun Akademik 2025/2026 dengan lebih baik, demi mencetak generasi pendidik agama Islam yang profesional dan berintegritas.

Scroll to Top
text/plain kw.txt ( HTML document, UTF-8 Unicode text, with CRLF line terminators )