
Bandung, 14 Juli 2026. Pengurus Pusat Perkumpulan Prodi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII) resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) tahun 2026 di Bandung. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang menyambut hangat para pimpinan dan ketua program studi PAI dari berbagai penjuru tanah air.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Ketua Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., bersama para pimpinan prodi PAI perguruan tinggi lainnya. Rangkaian kegiatan Munas ini juga dirangkaikan dengan konferensi internasional (international conference) guna memperluas diskursus keilmuan PAI di kancah global.
Sinergi Akademik dan Standarisasi Profesi PAI Masa Depan
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme para peserta yang hadir dari berbagai daerah serta permohonan maaf atas segala keterbatasan dalam penyambutan. Sementara itu, tuan rumah dari UPI Bandung, Prof. Dr. Cecep Darmawan, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi. Mengingat UPI memiliki jenjang Prodi PAI yang lengkap dari Strata 1 (S1) hingga Strata 3 (S3), sinergi ini diyakini mampu memperkuat posisi strategis keilmuan PAI serta memberikan dampak positif bagi seluruh instansi yang terlibat.
Ketua Umum PP-PAI-Indonesia, Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa Munas tahun ini difokuskan untuk membenahi tata kelola program studi secara komprehensif. Ia menyampaikan cita-cita besar agar asosiasi PAI ke depan dapat berfungsi layaknya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang secara ketat menjaga marwah, etika, dan kualitas profesi anggotanya.
Urgensi PAI: Penjaga Akhlak, Tradisi Turots, hingga Eco-Teologi
Menyoroti posisi strategis rumpun ilmu PAI, Dr. Cecep Anwar, M.Ag. dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung memaparkan bahwa PAI memegang tanggung jawab besar sebagai pilar penjaga moral bangsa, pewaris tradisi intelektual Islam klasik (turots), serta garda terdepan dalam merawat moderasi beragama.
Lebih lanjut, ia memperkenalkan dimensi baru dalam kurikulum PAI yakni Eco-Teologi. Konsep ini merupakan wujud kepedulian ekologis berbasis ajaran Islam yang mengintegrasikan kecintaan terhadap lingkungan hidup sebagai bagian integral dari cinta tanah air. Seluruh dimensi tersebut menuntut tata kelola prodi yang adaptif, profesional, dan visioner.

Formula "BAROKAH" sebagai Kunci Tata Kelola Prodi Unggul
Sebagai panduan operasional bagi para pengelola institusi, Munas memperkenalkan kerangka kerja strategis yang dikenal dengan akronim BAROKAH:
B (Budaya Mutu) : Membudayakan standar mutu dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang tercermin secara rutin melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Eksternal (SMPE), menjadikan kehadiran auditor sebagai mitra perbaikan, bukan momok.
A (Akreditasi) : Menghadapi instrumen LAMDIK 3.0 secara sistemik, terkoordinir, dan dicicil jauh-jauh hari karena borang akreditasi unggul tidak bisa diselesaikan secara instan (sistem semalam).
R (Rencanakan) : Menyusun pemetaan rencana (mapping plan) yang selaras antarkegiatan Tridarma agar tidak saling tumpang tindih namun saling menguatkan.
O (Optimalisasi) : Memaksimalkan pendayagunaan seluruh sumber daya, baik sumber daya manusia (SDM) maupun sarana prasarana yang tersedia di lingkungan prodi.
K (Kerjasama) : Memperluas jejaring kolaborasi baik secara internal maupun eksternal kampus guna menciptakan ekosistem akademik yang sinergis.
A (Amanah) : Menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dengan integritas tinggi dan sesuai prosedur operasional baku meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan berat.
H (Hasil): Memetik buah manis dari ikhtiar terencana yang diiringi dengan evaluasi berkelanjutan serta doa dari segenap sivitas akademika.
Melalui keikutsertaan aktif dalam forum bergengsi ini, Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus menginternalisasi standar mutu global, memperkuat tata kelola digital, serta mengawal implementasi kurikulum yang responsif terhadap isu-isu kebangsaan, moderasi beragama, dan kelestarian lingkungan.
