Berita & Informasi

Pengelola Jurnal Se-Indonesia Padati Simposium Internasional Diamond Open ACCESS 2026 Di Jakarta Momentum Penguatan Ekosistem Publikasi Mandiri Dan Berkualitas

Jakarta, 17 Juli 2026. Para pengelola jurnal ilmiah dari berbagai perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Jakarta dalam ajang bergengsi International Symposium on Diamond Open Access: Advancing Editorial Development yang merupakan bagian dari rangkaian Preliminary Event Toward Diamond Open Access Global Summit 2026.

 

Jakarta, 17 Juli 2026. Para pengelola jurnal ilmiah dari berbagai perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Jakarta dalam ajang bergengsi International Symposium on Diamond Open Access: Advancing Editorial Development yang merupakan bagian dari rangkaian Preliminary Event Toward Diamond Open Access Global Summit 2026.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh para tokoh penting, penggiat literasi, serta pengelola jurnal nasional dan internasional. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong sistem publikasi ilmiah yang terbuka, adil, inklusif, dan bebas biaya bagi penulis maupun pembaca (Diamond Open Access).

Turut hadir dalam perhelatan akbar ini jajaran pimpinan serta akademisi terkemuka, di antaranya Kepala Pusat Pemeringkatan dan Publikasi Ilmiah, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I.; Kepala Pusat Penelitian, Dr. Mujib Ubaidillah, M.Pd.; serta perwakilan pengelola Jurnal Al-Tarbawi Al-Haditsah Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I.

 

Mendorong Kemandirian Jurnal Tanpa Biaya Publikasi (Diamond Open Access)

Simposium internasional ini menyoroti pentingnya model Diamond Open Access sebagai solusi atas tingginya biaya publikasi (Article Processing Charge/APC) di jurnal-jurnal internasional komersial. Model ini memungkinkan artikel ilmiah diakses secara terbuka oleh publik global tanpa memungut biaya dari pembaca, sekaligus tidak membebani penulis dengan biaya publikasi karena didukung oleh institusi atau ekosistem kolaboratif.

Dalam berbagai sesi diskusi panel dan pemaparan materi, para pakar terkemuka baik dari dalam maupun luar negeri turut membedah strategi pengembangan mutu editorial. Hadir pula para tokoh sentral dalam ekosistem riset nasional seperti Dr. Arbain, M.Pd. (Chairman of Relawan Jurnal Indonesia), Dr. Dasapta Erwin Irawan (Open Science Indonesia), Hendro Subagyo, M.Eng. (BRIN), serta para pembicara internasional terkemuka dari UNESCO, Science Europe, dan Redalyc.

Poin Strategis: Model Diamond Open Access tidak hanya mendemokratisasi ilmu pengetahuan dan hasil riset, tetapi juga menuntut peningkatan standar kualitas tata kelola jurnal (editorial development) agar mampu bersaing di kancah global tanpa mengorbankan independensi akademik.

Peran Aktif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Jaringan Nasional

Kehadiran delegasi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya melalui keterlibatan aktif pengelola Jurnal Al-Tarbawi Al-Haditsah di bawah Prodi PAI, menunjukkan dedikasi tinggi institusi dalam mengadopsi standar tata kelola jurnal internasional yang berkelanjutan. Dukungan penuh dari Kepala Pusat Pemeringkatan dan Publikasi Ilmiah, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I., serta Kepala Pusat Penelitian, Dr. Mujib Ubaidillah, M.Pd., memberikan angin segar bagi penguatan riset dan publikasi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam simposium ini membuka wawasan baru serta memperluas jejaring kolaborasi dengan relawan jurnal dan lembaga riset internasional. "Transformasi menuju Diamond Open Access adalah keniscayaan bagi pengelola jurnal agar karya ilmiah anak bangsa semakin mudah diakses dan memberikan dampak nyata bagi peradaban ilmu pengetahuan," ujarnya di sela-sela acara.

Komitmen Menuju Global Summit 2026. Acara ini juga menambah wawasan tata kelola Jurnal secara OJS baik content maupun administrasinya terutama penguatan untuk tata kelola jurnal PAI yang sudah terakreditasi Sinta 2 dan berharap bias naik level bereputasi internasional.

Simposium di Jakarta ini sekaligus menjadi batu loncatan (preliminary event) yang krusial menjelang pelaksanaan Diamond Open Access Global Summit 2026. Melalui forum ini, para pengelola jurnal di Indonesia sepakat untuk memperkuat standar pengelolaan berbasis digital, transparansi penelaahan sejajar (peer-review), serta memperluas indeksasi global yang berintegritas.

Dengan sinergi antara Kementerian, lembaga riset nasional seperti BRIN, organisasi relawan seperti Relawan Jurnal Indonesia (RJI), serta perguruan tinggi di seluruh Indonesia, masa depan ekosistem publikasi ilmiah nasional diyakini akan semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.

 

Topik Terkait:
#UINSSC #PAI
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas