Prodi PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seminar Proposal Gelombang XI Soroti Inovasi PAI dan Teknologi AI
Penulis Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I.

Pelaksanaan Seminar Proposal Skripsi Gelombang XI di Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bukan sekadar rutinitas akademik tahunan, melainkan sebuah manifestasi dari standar mutu pendidikan tinggi Islam yang dinamis. Melalui jadwal yang tertata rapi pada 23 Januari 2026, terlihat adanya upaya sistematis dari pihak prodi untuk memastikan setiap calon lulusannya memiliki landasan metodologis yang kuat sebelum terjun ke lapangan penelitian. Hal ini tercermin dari pemilihan narasumber yang merupakan para pakar di bidangnya, seperti Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. dan Prof. Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag., yang bertugas memberikan kritik konstruktif terhadap rancangan mahasiswa.
Satu hal yang menarik perhatian dalam daftar proposal kali ini adalah keberanian mahasiswa dalam mengangkat isu-isu kontemporer yang relevan dengan perkembangan zaman. Sebagai contoh, penelitian Rifa Tussyahwa Hafidza mengenai pengaruh Artificial Intelligence (AI) terhadap motivasi belajar mahasiswa PAI menunjukkan bahwa kurikulum UINSSC mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi. Ini membuktikan bahwa pendidikan agama tidak lagi dipandang sebagai disiplin ilmu yang statis, melainkan ilmu yang inklusif terhadap perkembangan alat bantu digital modern demi efektivitas pembelajaran di masa depan.

Selain teknologi, perhatian mahasiswa terhadap isu sosial global seperti Sustainable Development Goals (SDGs) yang diangkat oleh Ade Fahmi Sidqi Mubarok menunjukkan kedalaman visi akademik. Dengan mengintegrasikan nilai Islam “anti-mubazir” ke dalam kerangka pembangunan berkelanjutan di SMA, mahasiswa ini mencoba menarik benang merah antara ajaran teologis dengan solusi krisis ekologi global. Opini saya, pendekatan ini sangat krusial agar lulusan PAI tidak hanya mahir dalam teori ibadah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Eksistensi institusi pendidikan tradisional seperti pesantren juga tetap menjadi fokus utama penelitian, namun dengan sudut pandang baru yang lebih segar. Penelitian Aah Falahah Rahma dan Abdul Hasan yang meneliti internalisasi nilai melalui kegiatan lokal hingga penggunaan video kreatif di pesantren menunjukkan bahwa ada upaya digitalisasi di ruang-ruang tradisional. Hal ini mengindikasikan bahwa pesantren di wilayah Cirebon dan sekitarnya tetap menjadi laboratorium sosial yang kaya, di mana modernitas dan tradisi berupaya untuk berkolaborasi tanpa menghilangkan jati diri masing-masing.
Zhippa Maulydia Rudy mengangkat judul “Metode Clash of Champions untuk Kompetisi Sehat dan Islami dalam Pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Plered”. Langkah ini adalah sebuah lompatan kreatif yang luar biasa; ia berhasil menangkap fenomena pop culture yang sedang digandrungi generasi Z dan Alpha, lalu mentransformasikannya menjadi alat bantu ajar yang prestisius. Mengadopsi semangat ajang adu kecerdasan yang populer di media sosial ke dalam ruang kelas Pendidikan Agama Islam adalah strategi brilian untuk meruntuhkan tembok kaku pembelajaran agama yang selama ini sering dicap monoton.

Aspek kesetaraan gender dan inklusivitas juga mendapatkan tempat yang layak melalui penelitian Jannatun mengenai kesadaran gender pada Generasi Alpha di SMPN 10 Cirebon. Di tengah tantangan perubahan sosial yang begitu cepat, membekali generasi muda dengan perspektif gender yang berbasis nilai Islam adalah langkah preventif yang sangat bijak. Ini menandakan bahwa Jurusan PAI UINSSC sangat peduli terhadap pembentukan karakter siswa yang adil dan menghargai kemanusiaan sejak dini, sesuai dengan kebutuhan zaman yang semakin kompleks.oton
Peserta lainnya Naufal Marjan Syidad, Fathimatuz Zahro, Faisal Rizal, dan Muh Nurwahid Riyan Maulana juga mengangkat tema yang beragam, ini membuktikan bahwa mahasiswa PAI UINSSC tidak hanya terpaku pada teks, tetapi juga aktif melakukan observasi terhadap realitas sosial dan teknologi.