
Cirebon, 27 November 2025 – Suasana akademik yang dinamis menyelimuti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hari ini , seiring dengan digelarnya Seminar Proposal Skripsi Gelombang LII (Lima Puluh Dua) oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Bertempat di Gedung N 102 (Pukul 08.00 WIB – Selesai), seminar ini menampilkan sepuluh rencana penelitian yang menjanjikan, siap mengupas isu-isu kontemporer dalam dunia pendidikan Islam. Acara tersebut dipimpin oleh Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S, M.Pd.I. , acara ini menjadi panggung bagi para mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan ide-ide segar mereka di hadapan para pakar.
Tren Penelitian Inovatif: Dari Budaya Lokal hingga Ekoteologi Digital
Proposal skripsi kali ini menunjukkan pergeseran fokus mahasiswa PAI ke arah kajian yang relevan dengan tantangan abad ke-21 dan isu keberlanjutan. Beberapa topik menarik yang disajikan antara lain: Pemanfaatan Teknologi dan Model Pembelajaran Hybrid: Risma Solehah menarik perhatian dengan usulannya mengenai “Model Blended Learning Tervariasikan (Force Blended Mod)”, menganalisis implementasi model tugas digital asinkronus pada pembelajaran PAI. Sementara itu, Indi Rahmawati mengkaji Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Web terhadap keaktifan belajar siswa.
Tema lain tentang PAI dalam Perspektif Isu Global (SDGs): Ika Nursaadah membawa perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penelitiannya tentang Penguatan Pendidikan Berkualitas Melalui E-Modul Interaktif dalam konteks SDGs, sedangkan Jihan Apriliani menawarkan studi unik tentang Peran Guru PAI dalam Menerapkan Teori Ekoteologi untuk membentuk kesadaran lingkungan siswa. Materi tentang Kajian Budaya dan Kurikulum Merdeka: Nida Nurul Khafifah menelusuri kearifan lokal melalui Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Adat Nyuguh di Kampung Adat Kuta. Kontras dengan itu, Erni Rosita meneliti Implementasi Kurikulum Merdeka oleh Guru Al-Qur’an Hadis dalam konteks Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’alamin.

Komitmen Jurusan: Batasan Waktu Ketat Demi Kualitas Penelitian
Seminar proposal ini bukan hanya ajang presentasi, tetapi juga penentuan langkah akademik selanjutnya. Jurusan PAI menerapkan aturan ketat untuk memastikan percepatan dan kualitas penelitian mahasiswa: bahwa mahasiswa diwajibkan melakukan konsultasi dan bimbingan hingga mendapatkan persetujuan dari dosen penguji, dengan batas waktu paling lambat dua minggu setelah seminar. Jika mahasiswa tidak melapor ke Jurusan dalam rentang dua minggu untuk penentuan dua dosen pembimbing, mereka wajib mendaftar ulang dengan judul dan wilayah kajian yang baru.
Aturan ini, menurut Jurusan PAI, bertujuan agar pelaksanaan seminar menjadi lebih efektif dan memastikan mahasiswa segera memulai fase penelitian. Serta semua peserta seminar diwajibkan hadir dengan pakaian yang sopan dan rapi, mengenakan celana/maksi hitam, baju putih lengan panjang, bersepatu, berpeci, dan berdasi, mencerminkan keseriusan dan formalitas acara akademik ini