Cirebon – Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2025, yang diperingati pada Rabu, 22 Oktober 2025, di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi momentum istimewa bagi dunia literasi akademik. Ahmad Khomaeni Syafeie, M.Ag., salah satu dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) , meluncurkan sebuah karya buku penting yang fokus pada pembangunan moral dan karakter.
Buku yang berjudul “Karakter Berbasis Nilai-nilai Spiritual: Sebuah Pendekatan Holistik” tersebut secara simbolis diserahkan langsung kepada pimpinan Jurusan PAI dalam sebuah sesi singkat yang penuh kehangatan.

Kontribusi Akademik di Momen HSN
Ahmad Khomaeni Syafeie, M.Ag. menyatakan bahwa peluncuran buku di Hari Santri merupakan bentuk kontribusi nyata dosen dalam mengabadikan nilai-nilai pesantren ke dalam khazanah keilmuan modern. “Buku ini adalah refleksi dari semangat kesantrian yang mengedepankan integrasi antara ilmu pengetahuan dan kedalaman spiritual,” jelas Khomaeni. “Pendekatan holistik yang saya tawarkan tekanan bahwa pembentukan karakter generasi muda, khususnya calon pendidik, harus melibatkan aspek akal, hati, dan tindakan, selaras dengan tradisi pesantren.”
Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi utama bagi mahasiswa PAI, guru, dan praktisi pendidikan yang ingin menerapkan metode pengajaran yang tidak hanya fokus pada kognitif, tetapi juga memperkuat landasan akhlak.

Apresiasi dari Pimpinan Jurusan PAI
Karya monumental ini disambut baik oleh pimpinan Jurusan PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Pemberian buku dilakukan langsung kepada Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, SS, M.Pd.I. dan Sekretaris Jurusan PAI, Zahrotus Saidah, MA.Pd.
Dr Maryam menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas dedikasi dan produktivitas Ahmad Khomaeni Syafeie. Beliau menekankan bahwa karya dosen merupakan indikator penting kemajuan akademik.
“Kami sangat bangga dengan Bapak Khomaeni Syafeie. Buku ‘Karakter Berbasis Nilai-nilai Spiritual’ ini sangat relevan dengan kebutuhan kita, terutama dalam mencetak guru PAI yang tidak hanya cerdas siber, tetapi juga memiliki integritas spiritual yang kokoh,” ujar Dr. Siti Maryam. Beliau berharap buku ini akan menjadi bahan terbuka wajib dan inspirasi bagi dosen lain untuk terus berkarya.
Senada dengan Ketua Jurusan, Zahrotus Saidah, MAPd., berharap buku ini dapat memperkaya diskursus pendidikan karakter berbasis agama di tengah tantangan digitalisasi. “Karya ini memperkuat visi Jurusan PAI untuk mengintegrasikan keilmuan dan keislaman, sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri pesantren,” tutupnya.