Cirebon, 19 Agustus 2025 – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merayakan Dies Natalis ke-60 dengan penuh makna, menghubungkan akar sejarah kampus dengan isu-isu kontemporer. Perayaan ini menjadi momentum untuk menghargai warisan sejarah universitas, yang namanya diambil dari seorang wali, Syekh Nurjati, sambil menyoroti relevansi nilai-nilai Islam dalam pelestarian lingkungan atau Ekoteologi.

Foto Para Narasumber Ratu Mawar Kartina, S.H., M.H., Akbarudin Sucipto, S.Sos., dan Farihin Niskala, S.Hum.
Foto Para Narasumber Ratu Mawar Kartina, S.H., M.H., Akbarudin Sucipto, S.Sos., dan Farihin Niskala, S.Hum.

Ziarah ke Makam Syekh Nurjati, Mengenang Visi Kampus

Menyusun acara diawali dengan ziarah ke Makam Syekh Nurjati. Rombongan dipimpin oleh Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bersama Wakil Rektor 1 dan 3, serta para dosen. Ziarah ini menjadi pengingat akan komitmen universitas dalam menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas yang diwariskan oleh Syekh Nurjati. Turut hadir Ketua Jurusan PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, SS, M.Pd.I., dan Sekretaris Jurusan PAI , Zahrotus Saidah, MAPd.

Foto Bersama Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bersama Wakil Rektor 1 dan 3, bersama para Narasumber dan Dosen-Dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Foto Bersama Rektor. Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bersama Wakil Rektor 1 dan 3, bersama para Narasumber dan Dosen-Dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Seminar Sejarah Cirebon, Memantik Diskusi Ekoteologi

Acara Dies Natalis Ke-60 UIN Siber Cirebon Merayakan Sejarah Dengan Ekoteologi dilanjutkan dengan seminar sejarah bertema “Kontribusi Syekh Nurjati dalam Pembentukan Transmisi Keilmuan di Cirebon”. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber ahli: Ratu Mawar Kartina, SH, MH, Akbarudin Sucipto, S.Sos., dan Farihin Niskala, S.Hum.

Foto Ibu Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. Tanya Jawab Acara Seminar "Kontribusi Syekh Nurjati dalam Pembentukan Transmisi Keilmuan di Cirebon"
Foto Ibu Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. Tanya Jawab Acara Seminar “Kontribusi Syekh Nurjati dalam Pembentukan Transmisi Keilmuan di Cirebon”

Diskusi menjadi sorotan utama, terutama saat sesi tanya jawab oleh Dr. Siti Maryam Munjiat. Ia tidak hanya mengajukan pertanyaan sejarah, tetapi juga pertanyaan yang menghubungkan sejarah dengan isu-isu modern. Pertanyaan filosofisnya, “Bagaimana mengelola rasa sepi dalam keramaian dan ramai dalam kesetaraan?”, menjadi diskusi mendalam tentang keseimbangan spiritual.

Tak hanya itu, Dr. Maryam juga bertanya tentang makna di balik penamaan unik Masjid Dog Jumeneng. Terakhir, ia menanyakan mengenai korelasi nama lain Syekh Nurjati, Syekh Idhofi, dengan konsep ruh idhofi dalam tasawuf. Pertanyaan ini menunjukkan kedalaman akademisnya.

Perayaan Dies Natalis ke-60 ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga memperkuat ikatan antara nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, dan ilmu pengetahuan. Hal ini menjadi penanda bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus tumbuh, berinovasi, dan berkomitmen dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, termasuk dalam isu-isu lingkungan yang relevan.

 

Scroll to Top