Cirebon, 27 Agustus 2025 – Perkenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Universitas Islam Siber (UIN Siber) Syekh Nurjati Cirebon memasuki hari kedua dengan semangat yang membara dari para mahasiswa baru. Acara yang berlangsung secara daring ini mengangkat topik penting, yaitu Moderasi Beragama dan Ekoteologi, serta Layanan Akademik dan Pembelajaran Digital. Sesi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan yang komprehensif, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam membangun karakter yang toleran dan peduli lingkungan. Pada sesi pertama, para peserta disuguhkan materi Moderasi Beragama dan Ekoteologi yang disampaikan oleh narasumber ahli, salah satunya adalah Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., yang juga merupakan Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya memahami agama secara moderat, yaitu tidak ekstrem ke kanan maupun ke kiri. Moderasi beragama menjadi fondasi utama dalam menciptakan harmoni dan kerukunan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Lebih dari sekadar toleransi antarumat beragama, materi ini juga merambah ke dimensi yang lebih luas, yaitu Ekoteologi. Dr. Siti Maryam menjelaskan bagaimana ajaran agama Islam memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian alam. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi, yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat lingkungan, bukan merusaknya. Melalui ekoteologi, mahasiswa diajak untuk merefleksikan kembali peran mereka sebagai individu yang beriman sekaligus sebagai agen perubahan yang peduli terhadap kelestarian alam. “Mahasiswa UIN Siber harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan moderasi beragama dan kesadaran lingkungan,” ujar Dr. Siti Maryam. “PBAK ini adalah langkah awal untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, toleran, dan peduli terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim.”

Setelah sesi pertama yang penuh inspirasi, PBAK dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas Layanan Akademik dan Pembelajaran Digital. Sesi ini sangat relevan mengingat status UIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus siber. Para pemateri menjelaskan secara rinci berbagai fasilitas dan sistem yang mendukung proses pembelajaran daring, mulai dari penggunaan Learning Management System (LMS), akses ke perpustakaan digital, hingga prosedur administrasi akademik yang serba online. Peserta diberikan panduan praktis tentang cara memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan studi mereka. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan belajar yang fleksibel dan berbasis teknologi.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab. Mereka tidak hanya pasif mendengarkan, tetapi juga aktif berinteraksi, menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar. PBAK UIN Syekh Nurjati Cirebon tahun ini tidak hanya berfungsi sebagai acara orientasi, tetapi juga sebagai wadah untuk menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan, keagamaan, dan kepedulian sosial. Dengan bekal materi Moderasi Beragama dan Ekoteologi serta pemahaman mendalam tentang layanan akademik digital, para mahasiswa baru diharapkan dapat menjadi individu yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era global.