
Cirebon. Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kedisiplinan, serta mengawal berbagai agenda strategis fakultas, jajaran Dekanat Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) secara konsisten menggelar kegiatan pembinaan pimpinan. Agenda rutin yang diselenggarakan setiap Senin pagi ini berlangsung di halaman depan Gedung FITK UINSSC pada Senin (26/10/2026).
Kegiatan pembinaan ini dipimpin langsung oleh jajaran Dekanat FITK dan dihadiri oleh seluruh Ketua serta Sekretaris Program Studi (Prodi) di lingkungan FITK UINSSC. Tampak hadir dalam barisan pimpinan prodi tersebut, Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., didampingi Sekretaris Prodi PAI, Zahrotus Saidah, M.Pd., yang turut berpartisipasi aktif menyimak setiap arahan dan poin penting yang disampaikan.
Dalam amanatnya, pimpinan dekanat menggarisbawahi pentingnya menyatukan langkah dan membangun komitmen bersama antarunit di lingkungan FITK. Pertemuan rutin ini bukan sekadar ajang silaturahmi formal selepas apel pagi, melainkan wadah koordinasi taktis untuk memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai dengan target dan standar mutu yang telah ditetapkan.
Salah satu poin utama yang digaungkan dalam pembinaan kali ini adalah sosialisasi dan kesiapan penyelenggaraan Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) 2026, di mana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah. Dekanat meminta seluruh pengelola prodi untuk bergerak aktif menyukseskan perhelatan internasional ini serta memotivasi para dosen dan mahasiswa agar berpartisipasi menyumbangkan karya-karya akademik terbaiknya yang dilaksanakan pada tanggal 17-20 November 2026.

Selain persiapan AICIS+ 2026, arahan penting lainnya terkait dengan pelaksanaan Rapat Yudisium yang dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama, sesaat setelah rangkaian apel dan pembinaan selesai. Pimpinan menginstruksikan seluruh jajaran prodi untuk memastikan validasi data kelulusan mahasiswa berjalan presisi demi menjaga kelancaran proses administrasi akademik para calon wisudawan.
Tidak kalah krusial, dekanat juga menegaskan penagihan progres luaran (output) akademik dari para dosen yang telah mengikuti program Academic Writing. Setiap prodi diminta melakukan pemetaan dan pendataan secara cermat mengenai status penulisan artikel ilmiah para dosen, baik yang sedang disiapkan, telah di-submit, mendapat keputusan reject untuk dievaluasi kembali, maupun yang sudah resmi terbit (published) di jurnal bereputasi.

Sejalan dengan hal tersebut, penagihan hasil Pelatihan Penulisan Buku Referensi bagi jajaran tenaga pendidik juga menjadi fokus perhatian. Dekanat mendorong agar draf buku referensi yang dikembangkan oleh para dosen dapat segera difinalisasi hingga tahap penerbitan, sebagai bagian dari penguatan budaya literasi ilmiah dan peningkatan jumlah karya monumental akademisi FITK UINSSC.
Sebagai penutup arahan, pimpinan menekankan pentingnya langkah mitigasi dan kelulusan tepat waktu bagi mahasiswa yang telah memasuki semester 9 ke atas. Seluruh Ketua dan Sekretaris Prodi diminta mengambil langkah proaktif dalam melakukan pendampingan, mengidentifikasi kendala, serta mempercepat penuntasan tugas akhir/skripsi mahasiswa guna menekan angka kelulusan terlambat dan meningkatkan rasio kelulusan tepat waktu di lingkungan FITK.