
Cirebon, 01 Oktober 2026. Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti lapangan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) pada pagi hari tanggal 1 Oktober. Seluruh civitas akademika UINSSC berkumpul dan berbaris rapi untuk mengikuti Apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Agenda tahunan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat komitmen ideologi negara di tengah dinamika perkembangan zaman dan arus digitalisasi yang kian pesat.
Ada yang istimewa dan menyita perhatian dalam pelaksanaan apel peringatan kali ini. Panggung utama pelaksanaan upacara didominasi oleh peran aktif para mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan balutan almamater yang rapi dan sikap yang mantap, para mahasiswa PAI tampil percaya diri mengambil alih peran-peran vital pelaksanaan upacara dari awal hingga akhir.
Dimulai dari pembawa acara (Master of Ceremony), Fathiyah dengan membawakan narasi suara lantang dan teratur, hingga petugas Pembaca Teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 yang tampil sangat presisi dan penuh ketegasan. Ketangkasan dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh para mahasiswa PAI ini mendapat apresiasi hangat dari segenap peserta apel yang hadir mengitari lapangan upacara.

Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bertindak langsung sebagai Pembina Apel. Dalam amanatnya, Prof. Aan menekankan pentingnya merefleksikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya sebagai hafalan sejarah, tetapi sebagai landasan etis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beliau menyampaikan bahwa sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam berbasis siber pertama di Indonesia, UINSSC memiliki tanggung jawab moral untuk mendiseminasikan narasi kebangsaan yang sejuk dan moderat melalui pemanfaatan teknologi secara bijak.
"Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum sejarah yang diperingati secara seremonial, melainkan pengingat bagi seluruh civitas akademika UINSSC untuk terus memegang teguh falsafah bangsa. Pancasila dan nilai-nilai keislaman tidak pernah untuk dipertentangkan, melainkan saling menguatkan dalam menjaga keutuhan NKRI di era digital ini," tegas Prof. Aan Jaelani di hadapan ratusan peserta apel.
Di sisi lain, Ketua Program Studi PAI, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya melihat penampilan memukau dari para anak didiknya. Menurut beliau, keterlibatan aktif mahasiswa PAI sebagai petugas utama dalam agenda penting universitas ini menunjukkan bahwa calon guru PAI memiliki kapasitas kepemimpinan (leadership) dan rasa cinta tanah air yang kokoh.

"Kami sangat mengapresiasi integritas dan kedisiplinan mahasiswa PAI yang sukses menjalankan tugas upacara dengan sangat baik. Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa PAI tidak hanya piawai menguasai teori-teori keagamaan di dalam kelas, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Pendidik PAI masa depan harus hadir sebagai pelopor perajut kebinekaan dan benteng toleransi di tengah masyarakat," ujar Dr. Siti Maryam Munjiat seusai pelaksanaan apel.
Rangkaian acara peringatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin secara syahdu oleh perwakilan mahasiswa PAI, Gus Samas. Lantunan doa yang diucapkan memohon agar keberkahan, kedamaian, dan kemajuan senantiasa menaungi bangsa Indonesia serta seluruh keluarga besar civitas akademika UINSSC dalam menjalankan amanah pendidikan Islam di Tanah Air.