Berita & Informasi

Menutup PLP Di Negeri Singa Mahasiswa PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Bawa Pulang Pengalaman Berharga

Singapura. Rangkaian kegiatan penutupan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Indonesia Singapura (SIS) berlangsung khidmat pada Jumat, 25 September 2026. Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan itu adalah Ahmad Ngaziz Nurrohman, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Singapura. Rangkaian kegiatan penutupan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Sekolah Indonesia Singapura (SIS) berlangsung khidmat pada Jumat, 25 September 2026. Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan itu adalah Ahmad Ngaziz Nurrohman, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Acara penutupan ini menjadi penanda berakhirnya masa praktik kependidikan sekaligus ruang refleksi bagi para mahasiswa. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan sekolah, para guru, dan tenaga kependidikan SIS, yang selama pelaksanaan PLP mendampingi dan membimbing para mahasiswa praktikan.

Kepala Sekolah Indonesia Singapura, Bapak Semuel Kuriake Balubun, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mereka memberi semangat baru dalam proses belajar-mengajar dan memperkuat kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi keguruan di tanah air.

Selama PLP, Ahmad Ngaziz dibimbing oleh guru pamong, Bapak Muhammad Ansari. Di bawah arahan beliau, Ngaziz menyiapkan perangkat pembelajaran, membantu jalannya kegiatan belajar-mengajar Pendidikan Agama Islam, dan mendampingi peserta didik dalam memahami materi.

Keterlibatannya tidak terbatas di ruang kelas. Ngaziz turut membantu serta mengawasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), mengikuti pemilihan OSIS pada 22 September 2026, dan menghadiri workshop "Developing Curious Problem-Solvers through STEM Education" pada 24 September 2026. Ia juga membantu pendataan sarana dan prasarana sekolah sebagai bagian dari dukungan administratif.

Bagi Ngaziz, bertugas di sekolah Indonesia di luar negeri adalah pengalaman yang memperkaya. Ia belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja sama dengan para pendidik, dan memahami dinamika pembelajaran di sekolah yang mengemban misi menjaga identitas kebangsaan di tengah lingkungan internasional. Pengalaman itu, menurutnya, semakin meneguhkan pemahamannya tentang peran guru PAI.

Ketua Program Studi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., menilai PLP sebagai ruang pembentukan calon pendidik yang sesungguhnya. "PLP bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan proses menempa kompetensi dan karakter calon guru PAI. Kami berharap Ananda Ngaziz menjadikan pengalaman di Sekolah Indonesia Singapura sebagai bekal untuk menjadi guru yang profesional, adaptif, dan berakhlak mulia," tuturnya.

Kaprodi juga menyampaikan terima kasih kepada pihak SIS atas kepercayaan dan bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut, sehingga mahasiswa PAI memperoleh pengalaman lapangan yang bermutu dan berwawasan global.

Setelah PLP berakhir, Ahmad Ngaziz Nurrohman akan kembali melanjutkan perkuliahan di kampus. Pengalaman di Singapura diharapkan menjadi modal berharga bagi dirinya dan mahasiswa PAI lainnya untuk menjadi pendidik yang unggul, transformatif, dan berdaya saing global.


Topik Terkait:
#UINSSC #PAI
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas