
Singapura. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Ngaziz Nurrohman, saat ini melaksanakan Praktik Lapangan Kependidikan (PLP) di Sekolah Indonesia Singapura (SIS). Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga baginya untuk mengasah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon pendidik di lingkungan sekolah yang melayani peserta didik warga negara Indonesia di luar negeri.
Selama menjalani PLP, Ngaziz dipercaya melaksanakan dan membantu proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Ia mendampingi guru pamong dalam menyiapkan perangkat pembelajaran, menyampaikan materi di kelas, serta membimbing peserta didik dalam memahami nilai-nilai keislaman. Pembelajaran dikemas agar tetap relevan dengan konteks peserta didik yang tumbuh di lingkungan multikultural dan multibudaya.
Menurut Ngaziz, mengajar PAI di negara lain menuntut kepekaan dan kreativitas tersendiri. Peserta didik hidup berdampingan dengan berbagai budaya dan agama, sehingga pembelajaran tidak cukup berhenti pada penguasaan materi. Nilai-nilai akhlak, toleransi, dan kecintaan pada tanah air perlu ditanamkan melalui keteladanan dan pembiasaan sehari-hari.
Selain mengajar di kelas, Ngaziz juga membantu serta menjadi pengawas dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam peran ini, ia memastikan kegiatan belajar daring berjalan tertib, mendampingi peserta didik yang mengikuti pembelajaran dari jarak jauh, dan membantu mengatasi kendala teknis yang muncul. Pengalaman tersebut memperkaya kemampuannya dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi, sejalan dengan karakter PAI Siber yang dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Tidak hanya urusan akademik, mahasiswa PAI ini turut mengikuti kegiatan pemilihan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di Sekolah Indonesia Singapura yang dilaksanakan pada 22 September 2026. Keterlibatannya dalam agenda tersebut memberinya pengalaman langsung tentang pendidikan demokrasi, kepemimpinan, dan pembinaan karakter peserta didik. Pemilihan OSIS menjadi ruang belajar bagi siswa untuk menghargai perbedaan pilihan, menjunjung sportivitas, dan bertanggung jawab atas keputusan bersama.
Melalui rangkaian kegiatan itu, Ngaziz merasakan bahwa peran guru tidak terbatas pada penyampaian materi. Guru juga menjadi pembimbing, pengelola kelas, fasilitator teknologi, sekaligus teladan bagi peserta didik. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal penting untuk mengabdi di dunia pendidikan setelah menyelesaikan studi.
Ketua Program Studi PAI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kiprah mahasiswanya. "Kami bangga Ananda Ahmad Ngaziz Nurrohman dapat menjalankan PLP di Sekolah Indonesia Singapura. Ini bukti bahwa mahasiswa PAI kami mampu beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan pendidikan yang beragam, bahkan di tingkat internasional," ujarnya.
Kaprodi juga menegaskan bahwa PLP merupakan bagian penting dari proses pembentukan calon guru profesional. "Keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran PAI, pengawasan PJJ, dan kegiatan kesiswaan seperti pemilihan OSIS menunjukkan bahwa PLP bukan sekadar praktik mengajar, tetapi juga pembelajaran kepemimpinan, penguatan karakter, dan pemanfaatan teknologi. Hal ini selaras dengan visi Program Studi PAI yang siber, unggul, transformatif, dan berkelas dunia," tambahnya.
Ke depan, Program Studi PAI berharap pengalaman Ngaziz dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk mempersiapkan diri secara matang menghadapi PLP, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan bekal pengalaman lapangan yang luas, lulusan PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan menjadi pendidik yang berilmu, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap memberi kontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam.