
Cirebon, Semarak penyambutan mahasiswa baru di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali berlanjut dengan agenda penguatan wawasan kebangsaan. Pada Kamis, 28 Agustus 2026, ribuan mahasiswa baru mengikuti kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (RMB) yang secara khusus memfokuskan materi pada penguatan moderasi beragama. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di berbagai ruang kelas offline yang berada di sekitar kawasan kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menciptakan suasana belajar yang kondusif, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta.
Pelaksanaan kegiatan strategis ini dikoordinasikan langsung oleh penanggung jawab kegiatan sekaligus Ketua Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, H. Maemun, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa pembentukan cara pandang beragama yang moderat merupakan pilar utama yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa perguruan tinggi Islam negeri. Di tengah arus globalisasi dan disrupsi informasi digital saat ini, pemahaman moderasi beragama menjadi benteng pertahanan moral agar mahasiswa terhindar dari paham ekstrimisme, radikalisme, serta intoleransi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Sesi materi di kelas-kelas offline menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang ahli di bidangnya masing-masing. Salah satu pemateri utama yang hadir dan memberikan pencerahan mendalam adalah Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. Kehadiran beliau di ruang kelas disambut dengan antusiasme tinggi oleh para mahasiswa baru yang ingin mendalami esensi pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin dalam konteks kehidupan akademik maupun sosial masyarakat.

Dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa baru, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., mengupas tuntas pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman yang moderat dengan kecakapan intelektual seorang calon pendidik. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa PAI memiliki tanggung jawab moral yang besar kelak di tengah masyarakat, yakni menjadi teladan dalam merawat kebhinekaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. "Sebagai calon pendidik agama Islam, saudara-saudara sekalian tidak hanya dituntut untuk cerdas secara akademik dan adaptif terhadap teknologi, tetapi juga harus menjadi agen perdamaian yang mampu menebarkan moderasi beragama di ruang-ruang publik maupun institusi pendidikan," ujar beliau di sela-sela sesi materi.
Lebih lanjut, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., juga memberikan penekanan mengenai bagaimana sikap moderat harus diterapkan dalam pemanfaatan media digital dan ruang siber. Mengingat kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengusung visi pendidikan berbasis siber, beliau mengingatkan agar mahasiswa senantiasa bijak menyaring informasi keagamaan di internet. Mahasiswa didorong untuk tidak mudah percaya pada narasi keagamaan yang ekstrem atau provokatif, serta senantiasa mengedepankan tabayyun (klarifikasi) dan dialog konstruktif dalam menyikapi perbedaan pendapat yang ada di masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan di ruang-ruang kelas offline ini dirancang dengan metode partisipatif, di mana para mahasiswa baru diberikan kesempatan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta melakukan simulasi studi kasus terkait dinamika kerukunan umat beragama di Indonesia. Suasana kelas terasa hidup berkat interaksi dua arah antara narasumber dan peserta. Mahasiswa tampak aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan dakwah moderat di era digital serta strategi menumbuhkan sikap inklusif di lingkungan kampus yang multikultural.

H. Maemun, M.Ag., selaku Ketua Rumah Moderasi Beragama (RMB), menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan serentak ini serta dukungan penuh dari jajaran Dosen dan pimpinan prodi, termasuk Ketua Prodi PAI. Beliau berharap pembekalan yang diberikan pada hari ini mampu menanamkan fondasi ideologis yang kuat pada diri mahasiswa baru, sehingga mereka siap menjalani perkuliahan dengan orientasi keilmuan yang luas, berpikiran terbuka, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh.
Melalui penyelenggaraan orientasi moderasi beragama ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter. Pembekalan yang disampaikan oleh para tokoh akademisi, termasuk Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., di Cirebon pada 28 Agustus 2026 ini menandai langkah awal yang sangat positif bagi para mahasiswa baru dalam menapaki perjalanan intelektual mereka sebagai bagian dari civitas akademika kampus siber pelopor moderasi beragama.